Di sisi lain, Puan menilai ada ketegangan antara demokrasi, kedaulatan nasional, geoekonomi, dan geopolitik global. Karena itu, kerja sama internasional dinilai penting, terutama kerja sama yang tidak menghilangkan hak bangsa dan negara untuk menentukan pilihan pembangunan sesuai kepentingan rakyatnya.
Ia juga menegaskan bahwa demokrasi tidak hanya harus hidup di dalam negara, tetapi juga di antara negara-negara. Menurut Puan, tata kelola global harus menyediakan ruang yang lebih adil bagi semua bangsa, baik negara besar maupun kecil, negara maju maupun berkembang.
Melalui IPU, Puan menilai parlemen dunia dapat memperkuat kerja sama antarparlemen untuk membangun tatanan global yang tidak hanya lebih saling terhubung, tetapi juga lebih demokratis, adil, dan manusiawi.
“Pada akhirnya, tata pemerintahan yang baik bukanlah tujuan akhir. Tujuan utamanya adalah rakyat, keadilan, martabat, dan kemampuan rakyat untuk menentukan masa depan mereka sendiri,” sebutnya.
Dalam acara itu, ia didampingi Irine Yusiana Roba Putri Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI, Shanty Alda Nathalia Anggota Komisi XII DPR RI, serta Tri Yogo Jatmiko Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh RI untuk Tanzania.
NOW ON AIR SSFM 100

