“Kita pun juga menggalang donasi untuk korban kebakaran hutan di Kalimantan, saudara-saudara kita di sana yang sedang mengalami musibah,” kata Yuke.
Ia memastikan seluruh donasi akan disalurkan kepada masyarakat terdampak setelah rangkaian kegiatan selesai. Penggalangan dana tersebut menjadi bagian dari upaya menerjemahkan semangat kemanusiaan ke dalam aksi nyata.
Sepanjang hari, festival menghadirkan senam dan Zumba, bazar, talkshow, kuliner, berbagai perlombaan, pelatihan bahasa isyarat, serta pertunjukan seni.
Pengunjung juga dapat mendatangi Pojok Pemikiran Bung Karno dan melihat mock-up tenda yang menggambarkan suasana Kongres Pemuda 1928.
Sore harinya, peserta mengikuti napak tilas yang dimulai pukul 16.00 dari Gedung Sumpah Pemuda, melewati Gereja Katedral, dan berakhir di Lapangan Banteng. Kegiatan dilanjutkan dengan konser amal pada malam hari.
NOW ON AIR SSFM 100

