Rapat Paripurna DPR RI resmi mengesahkan Thomas A.M. Djiwandono sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) terpilih untuk masa jabatan 2026–2031.
Pengesahan tersebut diberikan setelah Rapat Paripurna DPR menerima dan mengesahkan laporan Komisi XI DPR RI terkait hasil uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) calon Deputi Gubernur BI.
Mukhamad Misbakhun Ketua Komisi XI DPR RI dalam laporannya menjelaskan bahwa proses seleksi telah dilakukan sesuai mekanisme dan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.
“Rapat internal Komisi XI DPR RI pada tanggal 20 Januari 2026 telah memutuskan untuk melaksanakan uji kelayakan dan kepatutan terhadap calon Deputi Gubernur Bank Indonesia,” ujar Misbakhun dalam Sidang Paripurna di gedung Nusantara II Kompleks Parlemen Senayan Jakarta, Selasa (27/1/2026).
Ia memaparkan, uji kelayakan pertama dilaksanakan pada 23 Januari 2026 terhadap Solikin M. Juhro, yang saat ini menjabat sebagai Kepala Departemen Kebijakan Makroprudensial Bank Indonesia. Selanjutnya, pada 26 Januari 2026, Komisi XI melaksanakan uji kelayakan terhadap Dicky Kartikoyono, Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran Bank Indonesia.
“Selain itu, Komisi XI juga melakukan uji kelayakan terhadap saudara Thomas A.M. Djiwandono yang saat ini menjabat sebagai Wakil Menteri Keuangan Republik Indonesia,” kata Misbakhun.
Berdasarkan hasil pembahasan dan rapat internal Komisi XI pada 26 Januari 2026, DPR RI akhirnya mengambil keputusan secara musyawarah mufakat.
“Rapat internal Komisi XI DPR RI memutuskan untuk menyetujui saudara Thomas A.M. Djiwandono sebagai calon Deputi Gubernur Bank Indonesia terpilih untuk periode 2026–2031,” tegasnya.
Misbakhun menutup laporannya dengan meminta persetujuan Rapat Paripurna DPR RI atas hasil uji kelayakan tersebut, yang kemudian disetujui oleh seluruh anggota dewan yang hadir.
Usai ditetapkan menjadi Calon Deputi Gubernur BI terpilih dalam Rapat Paripurna, Thomas Djiwandono menyampaikan apresiasi dan komitmennya terhadap tugas baru yang akan diemban.
“Pertama-tama saya ingin mengucapkan terima kasih kepada DPR RI, secara khusus pimpinan dan anggota Komisi XI, yang telah melaksanakan proses fit and proper test dengan baik,” ujar Thomas dalam konferensi pers di DPR.
Ia menegaskan bahwa seluruh tahapan seleksi telah diikutinya sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku, serta menyatakan komitmennya untuk menjaga independensi bank sentral.
“Saya ingin menegaskan kembali komitmen saya untuk menjaga independensi Bank Indonesia dan, sebagaimana saya sampaikan dalam proses fit and proper test, untuk terus menyelaraskan kebijakan fiskal dan moneter,” katanya.(faz/ham)
NOW ON AIR SSFM 100
