“Bagi kami, berbagi sarapan bukan semata-mata soal makanan yang diberikan, tetapi juga tentang kebersamaan. Kami ingin masyarakat merasakan bahwa mereka tidak sendirian menghadapi kondisi ini. Mudah-mudahan, kebersamaan sederhana ini bisa membawa kebahagiaan dan menambah semangat warga,” ungkapnya.
Habib Aboe menegaskan, penanganan dampak karhutla membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Pemerintah, petugas di lapangan, tenaga kesehatan, dan masyarakat perlu bersinergi untuk menekan dampak kebakaran sekaligus melindungi warga dari risiko kabut asap.
Ia berharap upaya penanganan dan pencegahan karhutla terus diperkuat agar kebakaran tidak kembali meluas dan masyarakat dapat segera menjalani aktivitas secara normal.
“Yang terpenting adalah bagaimana kita saling membantu dan tidak mengabaikan keselamatan masyarakat. Penanganan karhutla harus terus dilakukan, sementara warga juga perlu mengikuti imbauan kesehatan. Kita berharap asap segera berkurang, kondisi udara membaik, dan masyarakat bisa kembali beraktivitas dengan aman dan nyaman,” tutup Habib Aboe.(faz/ham)
NOW ON AIR SSFM 100

