Sabtu, 19 September 2026

Prabowo Tegaskan Biaya Pendidikan Negeri Harus Gratis, dari SD hingga Universitas

Laporan oleh Muhammad Syafaruddin
Bagikan
Ilustrasi - Prabowo Subianto Presiden RI memberikan keterangannya kepada awak media di kawasan Bandara Tjilik Riwut, Palangka Raya, pada Sabtu (22/8/2026). Foto: BPMI Setpres

Prabowo Subianto Presiden RI menyatakan, akan segera menggelar rapat terbatas untuk membahas rencana pendidikan gratis di seluruh satuan pendidikan negeri, mulai dari sekolah dasar hingga perguruan tinggi negeri.

Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat menghadiri puncak peringatan HUT ke-28 Partai Amanat Nasional (PAN) di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, Jumat (18/9/2026) malam.

Prabowo menegaskan, biaya pendidikan di sekolah negeri hingga universitas negeri semestinya tidak menjadi beban masyarakat. Ia menyebut rencana tersebut akan dibahas lebih lanjut melalui rapat terbatas pemerintah.

“Saya sangat setuju. Saya akan segera mengadakan ratas atau pokoknya biaya pendidikan negeri harus gratis. Biaya pendidikan negeri SD, SMP, SMA, universitas negeri harus gratis,” kata Prabowo.

Pernyataan tersebut menegaskan komitmen pemerintah untuk memperluas akses pendidikan bagi anak-anak Indonesia.

Pada kesempatan yang sama, Zulkifli Hasan Ketua Umum PAN menempatkan pendidikan sebagai salah satu fondasi penting dalam menyiapkan generasi muda Indonesia.

Menurut Zulkifli Hasan, pendidikan tidak hanya berkaitan dengan kemampuan akademik, tetapi juga pembentukan karakter dan kemandirian generasi muda yang akan memegang peran dalam pembangunan Indonesia.

“Generasi yang mencintai bangsa dan negaranya, generasi yang memiliki integritas pribadi yang kuat, mereka adalah pemilik masa depan,” ujar Zulkifli.

Zulkifli juga menekankan pentingnya pemerataan akses terhadap pendidikan berkualitas. Menurut dia, pendidikan tidak seharusnya hanya dapat dinikmati masyarakat yang tinggal di kota besar atau berasal dari keluarga dengan kemampuan ekonomi tertentu.

“Pendidikan berkualitas tidak boleh menjadi kemewahan. Tidak boleh hanya menjadi milik mereka yang lahir di kota-kota besar, atau keluarga yang mampu saja. Tidak boleh ada diskriminasi dalam pendidikan. Pendidikan adalah hak untuk mencerdaskan kehidupan berbangsa,” katanya. (ant/saf/iss)

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Cuaca di Pos Pantau Gunung Merapi Cerah

Posisi Mobil Tersangkut di Viaduk dari Belakang

Tersangkut di Bawah Viaduk Gubeng

Kecelakaan Beruntun di Tol Waru Arah Perak

Surabaya
Sabtu, 19 September 2026
31o
Kurs