Sabtu, 10 Januari 2026

Profil Sidharto Reza, Presiden Dewan HAM PBB Perwakilan RI

Laporan oleh Ika Suryani Syarief
Bagikan
Sidharto Reza Suryodipuro. Foto: Kemlu RI

Indonesia kembali mendapat kepercayaan di kancah internasional melalui terpilihnya diplomat senior Sidharto Reza Suryodipuro sebagai Presiden Dewan Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa (Dewan HAM PBB).

Penunjukan ini pun menjadi penanda peran aktif Indonesia dalam diplomasi multilateral, khususnya dalam upaya pemajuan dan perlindungan hak asasi manusia di tingkat global.

Lantas, seperti apa profil dan jejak karir Sidharto Reza Suryodipuro? Berikut penjelasannya seperti dilansir Antara dari berbagai sumber.

Profil dan jejak karir Sidharto Reza Suryodipuro

Sidharto Reza Suryodipuro merupakan kelahiran 29 September 1966 di Cologne, Jerman. Ia memiliki latar belakang keluarga bangsawan yang berasal dari lingkungan Kerajaan Mangkunegaran. Kakeknya adalah Suyoto Suryodipuro, salah satu pendiri Kementerian Luar Negeri Indonesia dan Radio Republik Indonesia.

Dalam jejak pendidikan, Sidharto adalah alumni jurusan Hubungan Internasional dari Universitas Katolik Parahyangan angkatan 1986. Setelah meraih gelar sarjana, ia melamar ke Kementerian Luar Negeri.

Diketahui, Sidharto juga sempat melanjutkan pendidikan Sekolah Pascasarjana Angkatan Laut di Monterey dengan beasiswa Fulbright dan menerima gelar master seni dengan predikat istimewa dalam urusan keamanan nasional pada tahun 2003.

Awal karier diplomatiknya dimulai pada 1992 di Kementerian Luar Negeri. Ia menjalankan tugas Misi Tetap Indonesia untuk PBB, yang terlibat sebagai delegasi pada komite operasi perdamaian di bawah Majelis Umum PBB.

Pengalamannya di luar negeri berlanjut saat bertugas di Kedutaan Besar RI di Canberra pada 2004–2006. Ia fokus memperkuat hubungan ekonomi Indonesia–Australia, termasuk perdagangan, investasi, pariwisata, dan pendidikan.

Kemudian, Sidharto kembali ke PBB New York pada 2006–2009 sebagai delegasi Indonesia di Dewan Keamanan PBB, menangani isu-isu Afrika dan urusan kemanusiaan.

Pada 2009–2014, Sidharto dipercaya menangani kerja sama Asia Pasifik dan Afrika. Ia terlibat aktif dalam berbagai forum regional dan berperan penting dalam persiapan kepemimpinan Indonesia di APEC 2013

Lalu, pada 2014–2017, ia terpilih sebagai Wakil Duta Besar RI untuk Amerika Serikat. Selama menjabat, ia mendorong perluasan kerja sama bilateral, termasuk di bidang penanggulangan ekstremisme dan dialog lintas agama, serta menekankan hubungan Indonesia–AS yang saling menguntungkan.

Setelahnya, di tahun 2017, Sidharto dilantik sebagai Duta Besar RI untuk India dan Bhutan. Ia menjadi duta besar Indonesia pertama untuk Bhutan dan aktif memperkuat hubungan diplomatik dengan kedua negara.

Ia pun pernah menerima Penghargaan Hassan Wirajuda pada 2020 atas kontribusi perlindungan warga negara Indonesia di luar negeri.

Selesai menjabat sebagai duta besar, Sidharto dipercaya menduduki posisi Direktur Jenderal Kerja Sama ASEAN pada 2020 dan memimpin pertemuan pejabat senior ASEAN.

Seiring waktu, Sidharto Reza pun dikenal sebagai diplomat senior Indonesia. Di tahun 2025, ia pun ditunjuk sebagai Perwakilan Tetap RI untuk PBB dan organisasi internasional di Jenewa.

BACA JUGA: Indonesia Terpilih jadi Dewan Hak Asasi Manusia PBB Periode 2026

Setelah itu, Indonesia mencalonkannya sebagai Presiden Dewan Hak Asasi Manusia PBB. Pencalonan tersebut mendapat dukungan mayoritas negara anggota, dan pada 8 Januari 2026, Sidharto resmi terpilih sebagai Presiden Dewan HAM PBB.

Sebagai Presiden Dewan HAM, Indonesia berkomitmen untuk bekerja sama secara erat dengan seluruh negara anggota, negara pengamat, negara non-anggota, badan-badan khusus PBB, lembaga HAM nasional, organisasi masyarakat sipil, serta organisasi regional, dengan mengakui peran vital mereka dalam arsitektur HAM global.(ant/iss)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Banjir Menggenangi Sidosermo 4

Kecelakaan Bus Vs Truk Gandeng di Jembatan Suramadu

Surabaya
Sabtu, 10 Januari 2026
29o
Kurs