Sabtu, 20 Agustus 2022

Film Hanya Manusia, Angkat Isu Human Trafficking

Laporan oleh Agustina Suminar
Bagikan
Lian Firman aktor sekaligus pemeran dalam film "Hanya Manusia" saat berada di Studio Radio Suara Surabaya, Jumat (1/11/2019). Foto: Totok suarasurabaya.net

Divisi Humas Polri kembali akan meluncurkan film terbaru yang berjudul “Hanya Manusia”. Film ini akan tayang di bioskop pada 7 November 2019.

Film ini bercerita tentang perjuangan abdi negara dalam membongkar kasus perdagangan manusia, sekaligus menceritakan tentang bagaimana kasus human trafficking ini bekerja.

Disutradarai oleh Topan Cobain serta Monty Tiwa sebagai penulis skenario, film “Hanya Manusia” menjanjikan tontonan yang dapat dinikmati publik secara luas, sekaligus menjadi film edukasi tentang isu human trafficking yang ada di Indonesia.

Deretan aktris dan aktor ternama seperti Prisia Nasution, Lian Firman, Shakila, Yama Carlos dan Verdi Solaiman, siap meramaikan film yang akan tayang serentak pada 7 November 2019 tersebut.

Film “Hanya Manusia” sekaligus menjadi alternatif film keluarga, karena kasus human trafficking sendiri selama ini lebih banyak menyasar anak dibawah umur dan remaja wanita sebagai korban.

“Ada juga edukasi tentang isu perdagangan manusia, seperti bagaimana sih ciri-cirinya, penculikan misalnya, atau diajak orang yang tidak dikenal,” kata Shakila, aktris pemeran Lani, korban human trafficking dalam film di Radio Suara Surabaya, Jumat (1/11/2019).


Shakila aktris sekaligus pemeran dalam film “Hanya Manusia” saat berada di studio Radio Suara Surabaya. Foto: Totok suarasurabaya.net

Menurutnya, isu perdagangan manusia adalah kejahatan yang sebenarnya banyak terjadi di masyarakat. Namun isu ini belum banyak dipahami masyarakat luas sehingga mereka kurang mengantisipasi jika ada kasus seperti ini terjadi.

“Awalnya aku nggak nyangka akan sejahat itu, karena selama ini belum terbayang ciri-ciri human trafficking itu bagaimana. Bagiamana pelaku memperlakukan korbannya, sebegitu jahatnya. Jadi tahu lah dari film ini,” ujarnya.

Hal yang sama juga diuatarakan oleh Lian Firman, salah satu pemain yang berperan sebagai Iptu Aryo anggota polisi di Unit Perlindangan Perempuan dan Anak (PPA) dalam film ini.

Menurutnya, film “Hanya Manusia” menceritakan hal-hal yang belum banyak diketahui publik, sehingga masyarakat bisa lebih dapat mengantisipasi jika orang terdekat mereka terlibat dalam kasus human trafficking

Untuk itu, Lian Firman mengatakan, penting bagi masyarakat untuk mengenali lingkungan di sekitarnya. Jika mereka menemukan kejadian yang janggal terhadap keluarga, tetangga maupun kerabat dekat, maka mereka dapat langsung melaporkan kasus itu kepada polisi.

“Jadi sebenarnya masyarakat dan polisi itu mitra. Kalau masyarakat aware (peduli) dengan lingkungan sekitarnya, Insyaallah kasus seperti ini akan gampang terlacak karena ada informasi dari masyarakat sendiri,” katanya.

Sekaligus, film ini dapat mengedukasi remaja tentang peran dan tugas polisi bahwa mereka memiliki tugas yang lebih kompleks dari yang diperkirakan masyarakat.

“Film ini sarat akan pesan, banyak manfaatnya bagi anak-anak muda bahwa kerja polisi nggak cuma menilang aja, tapi lebih dari itu seperti yang diceritakan di film ini,” tambahnya.

Sebelum peluncuran film perdana, masyarakat Surabaya dapat datang langsung ke bioskop XXI Tunjungan Plaza 3, Sabtu (2/11/2019) pukul 16.00 WIB besok, untuk mengikuti acara meet and greet. Di sana, masyarakat dapat berjumpa langsung dengan pemain dan kru film untuk berbincang tentang film “Hanya Manusia” ini.(tin/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Langit Sore di Grand Pakuwon

Suatu Sore di Sembayat Gresik

Sore yang Macet di Raya Nginden

Peserta Pawai Taaruf YPM Sidoarjo di Sepanjang

Surabaya
Sabtu, 20 Agustus 2022
29o
Kurs