Sabtu, 15 Agustus 2020

Mencicipi Sego Perang Menu Khas Dapoer Oemoem

Laporan oleh J. Totok Sumarno
Bagikan
Sebungkus Sego Perang berbungkus daun Pisang menambah nikmatnya sarapan minggu pagi. Foto: totok suarasurabaya.net

Dibungkus daun pisang, penampilan Sego Perang secara kemasan memang menarik. Tidak saja dilirik tapi sekaligus wajib dicicipi.

Berisi nasi putih gurih dan hangat, Srundeng, Sambal dan suwiran daging Ayam yang dibumbui menjadikan Sego Perang tak cuma layak buat sarapan pagi, tapi bisa juga untuk santap siang.

“Nasinya jadi tambah nikmat. Selain gurih, jadi wangi aromanya karena dibungkus daun Pisang. Enak dan nikmat buat sarapan. Jarang di Surabaya kita temui penampilan nasi bungkus daun Pisang. Kalaupun ada biasanya masih dibungkus kertas minyak,” terang Fajar Rahayu penikmat kuliner.

Nasi yang hangat dengan bungkus daun Pisang, lanjut Fajar justru menambah aroma wangi nasi. Dan itu jadi satu diantara sensasi menarik dari Sego Perang ini.

“Srundeng kelapa dan suwiran daging Ayamnya nyambung. Ditambah sambal yang tidak terlalu pedas, tapi enak, menjadikan Sego Perang nikmat buat sarapan pagi. Secara keseluruhan Sego Perang enak dan orisinal rasanya,” tegas Fajar.

Sebungkus Sego Perang santapan khas menu Dapoer Oemoem yang ada di lingkungan Taman Budaya Jawa Timur jalan Genteng kali ini adalah satu diantara kreasi Heri Lentho Seniman di masa pandemi Covid-19 ini.

“Dapoer Oemoem kami hadirkan menjawab dan menolak pasrah pada pandemi Covid-19 ini. Sebagai Seniman kami betul-betul kehilangan tempat untuk sekedar bertemu dan bersilaturahmi. Dan inilah jawaban kami, ” terang Heri Lentho, Minggu (2/8/2020).

Selain menghadirkan Sego Perang, warung dengan nama mengingatkan masa perang itu diharapkan jadi satu diantara sarana pertemuan Seniman, khususnya Seniman tradisional secara langsung maupun daring.

“Sego Perang memang diminati. Selain hadir dengan segala kesederhanaannya di Dapoer Oemoem, juga banyak dipesan berbagai instansi swasta maupun pemerintah di Kota Surabaya,” tambah Heri Lentho.

Sejurus setelah ngonthel sepeda keliling kota di Minggu pagi, menyantap sebungkus Sego Perang ditambah segelas seduhan teh hangat jadi sebuah pengalaman baru yang menyegarkan sekaligus menyenangkan di masa pandemi. Mau?(tok)

Berita Terkait
NOW ON AIR SSFM 100

M. Aprileo Habie

Potret NetterSelengkapnya

Pelangi Sore Hari di Surabaya

Kangen Tanggapan

Unjuk Rasa Aliansi Pekerja Seni Surabaya

Truk Patah As di Gedangan

Surabaya
Sabtu, 15 Agustus 2020
26o
Kurs