Jumat, 21 Juni 2024

Menjaga Mata Anak Tetap Sehat Saat Sekolah Daring

Laporan oleh Dhafintya Noorca
Bagikan
Ilustrasi. Belajar Daring. Foto: Faiz suarasurabaya.net

Di era adaptasi kebiasaan baru (AKB), anak-anak menjalani pembelajaran di rumah melalui gadget seperti telepon genggam atau laptop.

“Hal ini sebenarnya tidak menjadi masalah karena gadget tidak berdampak secara langsung pada mata anak menjadi minus,” kata dr Anissa Nindhyatriayu Witjaksono, BMedSc (Hons), Sp.M Dokter Spesialis Mata Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI), Rabu (19/8/2020) sebagaimana dilansir Antara.

Menurutnya jarak penggunaannya yang harus diperhatikan karena near-work activity yang mempengaruhi perkembangan miopia, di mana anak-anak memiliki kecenderungan untuk melihat benda, termasuk gawai dalam jarak terlalu dekat.

“Penggunaan gadget tidak menjadi masalah sepanjang penggunaan tersebut tidak berlangsung lama. Namun jika terlalu lama akibatnya dapat membuat mata cenderung menjadi lelah,” katanya.

Hal ini dikarenakan biasanya anak-anak menatap gadget yang membuat frekuensi berkedip menjadi berkurang.

Pada keadaan normal mata manusia normalnya berkedip 15 kali per menit. Dengan cahaya gadget ini, orang hanya berkedip 5-7 kali per menit jadi hal inilah yang membuat mata menjadi lelah.

Ia mengatakan ada beberapa solusi yang bisa dilakukan untuk orang tua ketika anak harus menggunakan gadget terlalu lama di saat pandemi seperti ini yaitu dengan metode 20-20-20.

“Metode 20-20-20 yaitu 20 menit melihat gadget, baik telepon genggam atau laptop dan 20 detik istirahat melihat atap langit-langit atau benda jauh sekitar 6 meter atau 20 kaki,” imbuhnya.

Anissa merekomendasikan penggunaan gadget pada anak di masa AKB hanya difokuskan untuk keperluaan sekolah, sedangkan untuk aktivitas hiburan harus dialihkan dengan aktivitas lain. (ant/dfn)

Berita Terkait

..
Surabaya
Jumat, 21 Juni 2024
29o
Kurs