Minggu, 14 Agustus 2022

Innofashion Fair, Tantang Mahasiswa Manfaatkan Limbah Kain jadi Desain Keren

Laporan oleh J. Totok Sumarno
Bagikan
Ivana Stephanie (DFT UK Petra angkatan 2019) menjelaskan karyanya pada Rektor UK Petra Surabaya. Foto: Humas UK Petra

Mahasiswa program Desain Fashion and Tekstil (DFT) UK Petra, Surabaya angkatan 2019, 2020 dan 2021, ditantang menyulap limbah kain menjadi aplikasi desain yang cantik dalam sebuah pakaian, Kamis (16/12/2021) dalam Innofashion Fair 2021.

Aneka gelaran karya mahasiswa DFT UK Petra ini digelar mulai Kamis (16/12/2021) sampai dengan Sabtu (18/12/2021) secara online dan offline di kampus UK Petra Surabaya.

Pameran offline berlangsung mulai pukul 13.00 WIB di galeri Q3 kampus UK Petra, Surabaya. Sedangkan pameran online dapat diakses ke media Instagram DFT yaitu (@dft.ukpetra), web DFT (fashion.petra.ac.id), YouTube (petra.id/Youtube_Innofasion) dan Zoom (link zoom).

Poppy Firtatwentytyna Nilasari, S.T., M.T., Ketua Innofashion Fair 2021 menyampaikan bahwa para mahasiswa DFT UK Petra diajak ikut bertanggung jawab terhadap karyanya.

“Indonesia kini darurat limbah tekstil, banyak kain-kain yang menggunung. Oleh karena itu para mahasiswa DFT UK Petra juga belajar apa itu sustainable fashion salah satunya zero waste. Harapannya para mahasiswa DFT UK Petra akan meminimalkan penggunaan kain saat menghasilkan karya,” terang Poppy, Kamis (16/12/2021).

Innofashion Fair 2021 ini, lanjut Poppy tak hanya menampilkan pameran karya desain pakaian mahasiswa secara onsite saja akan tetapi juga dimeriahkan secara offline di antaranya gambar desain, video 3D Animasi, talkshow dan webinar. Sekurangnya 24 karya baju dari kurang lebih tujuh mata kuliah di DFT UK Petra dipamerkan selama tiga hari berturut-turut.

Ketujuh mata kuliah yang turut dalam pameran ini diantaranya Media Komunikasi Visual, Creative Fabric, Fashion Design, Design Thinking, Tekstil Dasar, Prinsip & Elemen Desain, serta Digital Fashion. Hari pertama, dimeriahkan dengan fashion show secara offline tiga baju berkonsep Zero Waste. “Para pengunjung juga dapat menikmati secara online, ” tambah Poppy.

Seperti dalam pakaian yang diperagakan oleh model, Waste Kimono Outer. Pakaian ini berupa baju luaran berupa kimono dengan teknik zero waste. Untuk mendapatkan busana dengan nol limbah maka menggunakan teknik pola persegi panjang sesuai dimensi kain.

Karya mahasiswa dari Mata Kuliah Creative Fabric ini bahkan menggunakan gabungan beberapa kain. Meski hasil dari beberapa potongan kain, kimono ini menjadi sangat apik. Sebab kimono ini diberi hiasan aplikasi yo-yo, tuck, dan ruffle, serta ditambahkan lagi satu hiasan bebas dari teknik creative fabric lainnya seperti unfinished, slow stitching dan bordir. Sehingga penampilannya jadi keren.(tok/dfn/rst)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Langir Sore di Grand Pakuwon

Suatu Sore di Sembayat Gresik

Sore yang Macet di Raya Nginden

Peserta Pawai Taaruf YPM Sidoarjo di Sepanjang

Surabaya
Minggu, 14 Agustus 2022
31o
Kurs