Senin, 29 November 2021

Ketua PPBI Surabaya: Mahal Tidaknya Bonsai Itu Relatif

Laporan oleh J. Totok Sumarno
Bagikan
Aneka tanaman dan beberapa jenis pohon ditampilkan menjadi Bonsai di arena Tropical Land di Suara Surabaya Center. Foto: totok suarasurabaya.net

Penggemar Bonsai konon tak perlu berpikir dua kali untuk merogoh koceknya dalam-dalam demi sebuah karya yang bagus dan disukai.

Sedangkan orang lain, yang tidak begitu suka Bonsai menyebutnya sia-sia mengeluarkan uang banyak hanya untuk tanaman yang dikerdilkan.

Harga mahal Bonsai bisa dibilang relatif sebagaimana harga mahal sebuah karya seni, bagi mereka yang gemar dan menyukai karya seni.

“Bagaimana dengan orang yang beli lukisan yang harganya ratusan juta? Sama kok. Namanya kesenangan, kegemaran, kadang memang tidak masuk akal,” ujar HM Umar Ketua Perhimpunan Penggemar Bonsai Indonesia (PPBI) Surabaya.

Demi sebuah tanaman Bonsai, kata Umar saat ditemui di pameran Tropical Land, di Hall Suara Surabaya Center, seorang penghobi akan rela mengeluarkan puluhan bahkan ratusan juta untuk sebuah Bonsai.

“Mereka yang menggemari dan betul-betul suka dengan Bonsai, sepertinya harga mahal itu relatif kok,” katanya kepada suarasurabaya.net, Sabtu (20/11/2021).

Berbagai jenis tanaman termasuk aneka pohon menurut Umar bisa menjadi karya Bonsai menarik. Tinggal bagaimana kemampuan berkreasi pembuatnya.

Namun, untuk membuat bonsai, ada sejumlah ketentuan serta aturan yang harus dipenuhi supaya Bonsai itu punya kesempurnaan. Karena itulah, harga Bonsai yang baik relatif mahal.

“Dengan tingkat kesulitan tertentu, ketelitian dalam proses pembuatan, sebuah Bonsai bisa sangat menarik. Apalagi kalau bisa menggondol juara di kompetisi-kompetisi tertentu makin naik nilai jualnya,” kata Umar.

Beberapa jenis Bonsai, lanjut Umar memang ada yang sampai ditawar para kolektor Bonsai dengan harga setara dua mobil Alphard.

“Taruhlah satu Alphard harganya di kisaran satu miliar. Kita bisa bayangkan betapa harga Bonsai itu bisa semahal dan setinggi itu. Tapi balik lagi soal kesukaan atau kegemaran tadi, harga itu menjadi sangat relatif,” ujarnya.

Biasanya, kata Umar, para kolektor Bonsai akan terus berburu sampai berhasil menemukan karya yang betul-betul indah, menarik, sekaligus jadi perbincangan di antara para kolektor dan penggemar Bonsai.

“Kalau sudah seperti itu, maka para kolektor itu akan terus berburu karya Bonsai yang betul-betul premium dari para pembuat bonsai terbaik,” katanya.(tok/den)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Suasana Unjuk Rasa di Depan Taman Pelangi Surabaya

Suasana Unjuk Rasa Menuju Kantor Bupati Gresik

Suasana Unjuk Rasa Melewati Basra

Surabaya
Senin, 29 November 2021
27o
Kurs