Senin, 29 November 2021

Mendadak, Ngayogjazz 2021 Digelar Tanpa Pertunjukan Luring

Laporan oleh J. Totok Sumarno
Bagikan
Penampilan Idang Rasjidi di panggung Ngayogjazz tahun 2019 mengusung lukisan potret (Alm.) Djaduk Ferianto ke atas panggung. Foto: totok/dok. suarasurabaya.net

Perhelatan musik jazz tahunan Ngayogjazz 2021, Sabtu (20/11/2021) ini digelar tanpa penonton di depan panggung alias luring.

Ngayogjazz 2021 akan tetap menghadirkan pertunjukan secara daring dengan seluruh penampil sesuai dengan jadwal yang melalui akses ke situs web ngayogjazz.com.

Pemberitahuan itu diumumkan beberapa jam sebelum perhelatan. Seharusnya acara ini digelar luring sekaligus daring mulai Sabtu siang pukul 13.00 WIB.

Panitia Ngayogjazz 2021 menyampaikan pernyataan resmi kepada sedulur jazz melalui email resmi, bahwa Ngayogjazz 2021 dengan berat hati tidak memungkinkan ditonton langsung.

Keputusan ini diambil panitia untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan terkait kesehatan masyarakat, khususnya pengunjung dan warga di desa tempat penyelenggaraan acara.

Ngayogjazz 2021 ini digelar di Dusun Karang Tanjung, Desa Pandowoharjo, Ngaglik, Sleman.

Beberapa tahun sebelumnya perhelatan Ngayogjazz pernah hadir di dusun yang sama, dan tahun ini panitia memutuskan kembali berkunjung ke desa yang sama.

Terkait pembelian tiket yang sudah terjadi, panitia menyiapkan skema pengembalian dana bagi sedulur jazz yang sudah membeli paket nonton luring Ngayogjazz 2021.

Langkahnya, panitia akan menghubungi sedulur jazz satu per satu melalui nomor yang terdaftar pada saat pembelian paket luring Ngayogjazz 2021 melalui pesan teks WhatsApp.

Sedulur jazz yang sudah membeli paket luring diharap mempersiapkan data yang terdaftar di aplikasi VisitingJogja mulai dari bukti pembayaran; Nomor ID pemesanan; Nama pemesan; Foto kartu identitas; dan Nomor rekening.

Pengembalian dana akan dilakukan maksimal tujuh hari kerja setelah 20 November 2021 ini. Dana akan sepenuhnya dikembalikan oleh panitia penyelenggara kepada pembeli tanpa potongan apa pun.

Panitia penyelenggara menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya kepada sedulur jazz dan seluruh pihak yang selalu mendukung penyelenggaraan Ngayogjazz.

Ngayogjazz 2021, sebut panitia akan tetap menghadirkan penampilan seluruh musisi secara daring sesuai rencana sebelumnya. Berikut ini daftarnya.

Krakatau Ethno, Balawan & Brayat Endah Laras, Nita Aartsen & JogJaC Team (Mike Del Ferro, Alexander, Olaf Keus, Kuba Skowronski), Kua Etnika & Peni Candra Rini, Peemaï (Prancis), Frau, MLDJazz Project, Mario Zwinkle and Joyosudarmos, Noto dan Swingayogya, Papua Original, The Aliansi SkaJazz Ansamble, Aditya Ong Quartet, YK Samarinda, Seterusunyi, Jogja Blues Forum, Komunitas Jazz seNusantara dan sejumlah kesenian tradisional Desa Karang Tanjung.

Sekadar informasi, Ngayogjazz adalah perhelatan musik jazz yang dikenal memiliki kekhususan dan khas karena tampil di desa-desa atau di kampung-kampung kawasan Yogjakarta.

Ngayogjazz sudah tampil sejak tahun 2007 dengan menampilkan sejumlah musisi nasional dan internasional. Tercatat Sadao Watanabe saxophonis papan atas Jepang yang juga musisi jazz internasional pernah tampil di Ngayogjazz.

Ngayogjazz memang bukan sekedar soal musik jazz, ada berbagai berbagai komunitas di seluruh Jogja yang tampil berpartisipasi.

Mulai dari komunitas fotografi, komunitas otomotif, hingga komunitas film.

Hattakawa satu di antara Board Of Creative Ngayogjazz menyebut, dalam sebuah obrolan di YouTube Ngayogjazz bahwa Ngayogjazz adalah festival musik yang lebih mirip pesta rakyat.

Tidak hanya musik jazz yang ditampilkan. Tapi berbagai kebudayaan setempat juga dilibatkan seperti parade busana Jawa, pergelaran wayang, hingga kesneian Jathilan.

“Jika ditilik dari latar belakang kulturalnya, jazz itu adalah kesetaraan, egaliterian. Dan kemudian di dalamnya ada interaksi-interaksi, saling peduli. Lalu kemudian muncul juga improvisasi, dan ujungnya adalah harmoni,” papar Hattakawa.

Dia bersama Bambang Paningron dan (Alm.) Djaduk Ferianto dikenal sebagai mesin penggerak dan inisiator Ngayogjazz.(tok/den)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Suasana Unjuk Rasa di Depan Taman Pelangi Surabaya

Suasana Unjuk Rasa Menuju Kantor Bupati Gresik

Suasana Unjuk Rasa Melewati Basra

Surabaya
Senin, 29 November 2021
29o
Kurs