Selasa, 25 Juni 2024

Ahli: Sinar UV Lebih Berbahaya dari Sinar Biru Gadget

Laporan oleh Risky Pratama
Bagikan
Ilustrasi Mata Lelah. Foto: Freepik

Ferdiriva Hamzah Dokter Subspesialis Vitreo-retina JEC Eye Hospitals and Clinics mengatakan bahwa sinar ultraviolet dari matahari, lebih berbahaya dibandingkan dengan sinar biru yang dihasilkan gadget.

“Memang sudah dibuktikan oleh studi-studi kalau ultraviolet, UVA, UVB, dan sinar biru yang dihasilkan oleh ultraviolet berbahaya untuk mata, yakni dapat mempercepat proses katarak dan dapat mengganggu makular,” tuturnya pada Antara di Jakarta Pusat, Sabtu (5/11/2022).

Ia menjelaskan bahwa awam memang kurang memahami karena yang viral selama ini karena gadget. Padahal menurut penelitian, sinar biru yang dihasilkan gadget itu sangat ringan dan tidak berbahaya untuk mata, namun durasinya yang dapat membahayakan.

Terlalu lama menggunakan gadget dapat menyebabkan mata kering, lelah, bahkan bisa mengalami pusing. Kendati demikian, hal tersebut bukan disebabkan dari sinar biru yang dihasilkan oleh gadget.

“Jadi kita di depan komputer lama, itu memang bisa menyebabkan mata kering, lelah, sampai pusing dan lain sebagainya. Jadi bukan karena sinar biru yang dihasilkan terus bisa CRAO (Oklusi Arteri Retina Sentral) dan lain-lain,” paparnya.

Ferdiriva menyarankan untuk melakukan metode 20-20-20 jika melakukan pekerjaan yang mengharuskan untuk menggunakan gadget dalam waktu yang lama. Namun, jika tak bisa menerapkan metode tersebut, masyarakat dapat mengistirahatkan mata setiap dua jam sekali saat menggunakan gadget.

“Aturan 20-20-20. Tiap 20 menit di depan komputer, istirahat mata dengan melihat jarak objek yang letaknya sejauh 20 kaki (6 meter) selama 20 detik. Tapi istirahatnya jangan liat TikTok. Namun, apabila tidak bisa menerapkan metode tersebut, maka dsetiap 2 jam sekali, istirahat selama 15 menit,” papar Ferdiriva.

Ferdiriva juga menyarankan, sebaiknya jangan berjemur di atas pukul 10 pagi untuk menghindari sinar ultraviolet. Jika harus melakukan aktivitas di bawah terik sinar matahari, maka masyarakat dianjurkan untuk menggunakan kacamata dengan lensa UV Protection.

“Kalau bisa jangan berjemur di atas jam 10. Kalau aktivitas di luar saat terik, lebih bagus pakai kacamata UV Protection. Ingat, UV Protection ya bukan kacamata anti-radiasi komputer dan lain-lain,” jelas Ferdiriva.

Menurutnya, meskipun memakai kacamata hitam tapi tidak ada UV Protection, maka hal tersebut lebih berbahaya, karena ketika matanya gelap dan memakai kacamata, pupil akan melebar dan menyebabkan sinar matahari lebih banyak masuk ke dalam mata.(ant/rum/iss)

Berita Terkait

..
Surabaya
Selasa, 25 Juni 2024
28o
Kurs