Sabtu, 24 Februari 2024

Optimisme Bisnis Pariwisata, Staycation Kembali Marak di Tengah Omicron

Laporan oleh Denza Perdana
Bagikan
staycation-man Ilustrasi. Seorang pria bersantai di sebuah penginapan. Foto: pexels.com

Pembatasan aktivitas masyarakat dengan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berbasis level terus berlangsung.

Di tengah meningkatnya kasus Covid-19 Varian Omicron dan pembatasan dari pemerintah itu, staycation atau berwisata di dalam kota atau di penginapan diklaim kembali marak.

Sejumlah agen perjalanan mengeklaim, staycation yang kini telah menjadi salah satu lini bisnis akomodasi mengalami pertumbuhan positif.

Salah satu agen perjalanan yang menyatakan itu adalah tiket.com. Menurut perusahaan itu, vila dan apartemen yang dipesan melalui fitur tiket homes banyak diburu pengguna.

Fitur tiket homes yang diluncurkan perusahaan itu pada Agustus 2021 lalu menawarkan pengalaman private stay dengan menghadirkan opsi akomodasi selain hotel.

Lini bisnis akomodasi di tiket.com diklaim mencetak nilai gemilang dengan tumbuh 61 persen pada 2021 lalu.

Saat itu, tingkat pemesanan hotel mencapai 55 persen sedangkan untuk kategori “homes” yang terdiri dari vila dan apartemen tumbuh hingga 230 persen.

Cisyelya Bunyamin VP of Accommodations tiket.com mengatakan, bisnis sewa properti untuk segmen staycation saat ini kembali menunjukkan tren positif.

Sebagaimana dikutip Antara, Jumat (18/2/2022), dia mengatakan, situasi pandemi Covid-19 secara nyata melahirkan tren revenge tourism dan gaya hidup baru work from anywhere.

Karena itu, kata dia, para pemilik properti bisa memperoleh potensi bisnis yang menjanjikan terutama untuk kategori “homes” atau vila dan apartemen.

“Tentunya kita dapat melihat hal ini sebagai lonjakan potensi yang besar terhadap kebutuhan akomodasi yang menyenangkan, aman, dan nyaman,” katanya.

Dia pun mengajak para pemilik properti di Indonesia terlibat langsung menyambut kembalinya antusiasme masyarakat untuk berwisata.

Sementara itu, John Safenson VP of Commercial Traveloka pada 9 Februari lalu menyampaikan prediksi bahwa pendapatan pariwisata Indonesia akan terus naik pascapandemi Covid-19.

Traveloka mencatat, pencarian staycation di dalam kota pada 2022 ini meningkat 220 persen dibandingkan sebelum periode pandemi.

Sementara, kenaikan trafik di Traveloka Xperience selama periode promo mencapai 170 persen dengan jumlah pesanan di periode yang sama meningkat 250 persen.

Pergeseran tren wisata setelah pandemi itu, kata dia, dibarengi pergeseran faktor yang memengaruhi konsumen memesan akomodasi.

Bukan cuma soal harga, konsumen menjadikan kebersihan sebagai pertimbangan utama karena orang-orang mencari tempat yang aman bagi kesehatan.

“Selama pandemi Covid-19, kebersihan dan promosi adalah faktor terbesar bagi konsumen untuk memesan akomodasi,” kata dia.

Menurutnya, akomodasi yang sudah memenuhi standar kebersihan umumnya akan lebih diminati pelancong yang kini memang lebih mementingkan kesehatan.(ant/den)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Truk Trailer Mogok, Jembatan Branjangan Macet Total

Kecelakaan Truk Box dan Motor di Sukorejo Pasuruan

Tetap Nyoblos Meski TPSnya Banjir

Bus Tabrak Tiang Listrik di Sukodadi Lamongan

Surabaya
Sabtu, 24 Februari 2024
27o
Kurs