Minggu, 4 Desember 2022

Psikolog: Anak Berkata Kasar Cerminan Perilaku Orang Tua dan Lingkungan Sosial

Laporan oleh Ika Suryani Syarief
Bagikan
Ilustrasi. Foto: Pixabay

Gerdaning Tyas, Psikolog Klinis UPT Anak Berkebutuhan Khusus Sidoarjo mengatakan, proses perkembangan anak terjadi di rumah dan lingkungan sosialnya. Sehingga, perilaku anak adalah cerminan orang tua, termasuk ketika anak tersebut mengeluarkan perkataan kasar.

“Bagaimana orang tua mengajarkan sopan santun berbicara. Bagaimana cara orang tua menyelesaikan masalah, dengan memaki-maki atau berusaha menyelesaikan. Anak mencontoh ketika orang tua bertengkar di depan dia,” kata Tyas kepada Radio Suara Surabaya, Senin (21/11/2022) malam.

Perilaku anak yang cenderung negatif tersebut, menurut Tyas bisa diubah. Caranya dengan orang tua mengubah pola asuh dan belajar mengontrol emosi di depan anak.

“Anak usia remaja berada di masa transisi, pencarian jati diri. Ada rasa emosional ingin memberontak. Emosinya naik turun,” tuturnya.

Orang tua yang merasa pengasuhannya sudah benar, maka perlu melihat teman di sekitar anaknya, apakah sesuai dengan yang mereka inginkan.

Menanggapi video viral tentang anak yang berkata kasar saat ditegur polisi karena mengendarai sepeda motor tanpa helm, Tyas menilai sebenarnya anak itu marah untuk menutupi rasa malu.

Dia juga mengingatkan agar sekolah mengantisipasi kemungkinan adanya perundungan pada anak tersebut pascakasus tersebut viral. Pihak sekolah harus mengedukasi murid-muridnya dan guru mendampingi anak tersebut.

“Efek jera perlu diimbangi dengan membuat peraturan misalnya tidak boleh bawa sepeda motor ke sekolah. Mereka belum 17 tahun, belum punya SIM (Surat Izin Mengemudi), tapi orang tua mengizinkan menggunakan sepeda motor. Teman-temannya sudah bawa sepeda motor, beberapa meter dari sekolah juga ada penitipan sepeda motor,” ujarnya.

Selain itu pihak sekolah dan polisi juga bisa melakukan penegakan disiplin dan pembinaan bagi siswa yang tetap nekat membawa sepeda motor.

Sementara menanggapi video viral lain yang merekam perbuatan remaja melakukan kekerasan fisik kepada seorang nenek, kata Tyas, bisa jadi itu adalah dampak pergeseran budaya karena media sosial. Anak mencontoh yang menurut mereka benar, padahal keliru.(iss/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Muatan Truk Jatuh Menutup Lajur di Jalan Dupak

Menerjang Kemacetan di Jembatan Branjangan

Atap Teras Pendopo Gresik Roboh

Surabaya
Minggu, 4 Desember 2022
25o
Kurs