Sabtu, 24 Februari 2024

Anak yang Kurang Gerak Makin Berisiko Stroke dan Serangan Jantung

Laporan oleh Ika Suryani Syarief
Bagikan
Ilustrasi dua anak sedang bermain. Foto: Freepik

Sebuah studi baru menemukan bahwa gaya hidup yang kurang gerak selama masa kanak-kanak meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke di kemudian hari.

Para peneliti menemukan bahwa kurangnya aktivitas fisik pada masa kanak-kanak meningkatkan risiko serangan jantung di kemudian hari, bahkan pada mereka yang memiliki berat badan dan tekanan darah normal.

“Semua waktu berjam-jam di depan layar pada anak muda menambah beban kerja jantung yang lebih berat, yang kita ketahui dari penelitian pada orang dewasa meningkatkan kemungkinan serangan jantung dan stroke. Anak-anak dan remaja perlu lebih banyak bergerak untuk melindungi kesehatan jangka panjang mereka,” kata Dr. Andrew Agbaje penulis studi dari University of Eastern Finland dilansir Medical Daily, Jumat (25/8/2023).

Tim peneliti mengevaluasi aktivitas dari 766 anak menggunakan jam tangan pintar sebanyak tiga kali, yakni pada saat mereka berumur 11, 15, dan 24 tahun.

“Anak-anak tidak banyak bergerak selama lebih dari enam jam sehari, dan ini meningkat hampir tiga jam sehari saat mereka mencapai usia dewasa muda,” kata Agbaje.

Ketika peserta berusia 17 dan 24 tahun, para peneliti mengukur berat ventrikel kiri jantung mereka menggunakan ekokardiografi, sejenis pemindaian ultrasound. Mereka kemudian menganalisis hubungan antara minimnya aktivitas selama usia 11 hingga 24 tahun dan pengukuran jantung antara 17 dan 24 tahun, dengan menyesuaikan faktor-faktor lain seperti merokok, lemak tubuh dan tekanan darah.

“Studi kami menunjukkan bahwa akumulasi waktu tidak aktif berhubungan dengan kerusakan jantung terlepas dari berat badan dan tekanan darah,” kata Agbaje.

Temuan ini menunjukkan bahwa setiap satu menit yang terbuang untuk tidak melakukan apa-apa antara usia 11 dan 24 tahun, massa ventrikel kiri juga meningkat sebanyak 0,0004 gram per meter antara usia 11 sampai 24 tahun.

“Orang tua harus mendorong anak-anak dan remaja untuk lebih banyak bergerak dengan mengajak mereka berjalan-jalan dan membatasi waktu yang dihabiskan di media sosial dan video game,'” tambahnya. (bnt/iss)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Truk Trailer Mogok, Jembatan Branjangan Macet Total

Kecelakaan Truk Box dan Motor di Sukorejo Pasuruan

Tetap Nyoblos Meski TPSnya Banjir

Bus Tabrak Tiang Listrik di Sukodadi Lamongan

Surabaya
Sabtu, 24 Februari 2024
27o
Kurs