Kamis, 29 Februari 2024

Artis VFX di Marvel Studios Bersatu Bentuk Serikat Pekerja

Laporan oleh Muhammad Syafaruddin
Bagikan
Ilustrasi Serikat Pekerja VFX Marvel Studios. Foto: Hollywood Reporter

Para pekerja efek visual (VFX) di Marvel Studios sedang berusaha membentuk serikat pekerja VFX yang pertama di industri ini.

Lebih dari 50 pekerja VFX di Marvel dilaporkan mengajukan pembentukan serikat pekerja di Dewan Hubungan Perburuhan Nasional. Kelompok ini akan diwakili oleh Aliansi Internasional Karyawan Panggung Teater (IATSE).

“Selama hampir setengah abad, para pekerja di industri efek visual tidak mendapatkan perlindungan dan tunjangan yang sama seperti yang didapatkan oleh rekan kerja dan kru mereka sejak awal berdirinya industri perfilman Hollywood,” ujar Mark Patch VFX Organizer untuk IATSE dilansir IGN pada Selasa (8/8/2023).

“Ini adalah langkah pertama yang bersejarah bagi para pekerja VFX untuk bersatu dengan suara kolektif yang menuntut penghormatan atas pekerjaan yang kami lakukan,” imbuhnya.

Sebelumnya belum lama ini, terjadi pemogokan di seluruh industri hiburan Hollywood. Pemogokan tersebut membuat masa depan pekerja VFX menjadi tidak menentu.

IGN yang mendokumentasikan peristiwa tersebut, juga mendapat ungkapan dari beberapa pekerja VFX yang merasa jika mereka kekurangan serikat pekerja.

“Pemogokan WGA (Writers Guild of America) hanyalah sebuah pengingat bahwa VFX tidak memiliki serikat pekerja,” ujar seorang mantan produser efek visual.

“Menyaksikan perjuangan kolektif untuk mendapatkan upah, dukungan, dan jam kerja yang lebih baik merupakan pengingat yang jelas bahwa industri VFX tidak pernah bisa bersatu untuk memulai serikat pekerja sendiri,” tambahnya

Adapun keluhan khusus juga telah dilontarkan atas perlakuan Marvel terhadap pekerja VFX dalam beberapa tahun terakhir.

Seorang seniman yang mengerjakan Ant-Man and the Wasp: Quantumania mengatakan, keserakahan manusia menyebabkan masalah VFX pada proyek-proyek Marvel.

Sementara seorang pekerja VFX yang tidak disebutkan namanya mengatakan kepada IGN pada tahun lalu, bahwa proyek-proyek Marvel cenderung dikerjakan sampai akhir. Mnyebabkan jam kerja yang panjang dan kondisi kerja yang penuh tekanan.

“Pada dasarnya Anda kehabisan waktu untuk mengerjakan hal-hal ini,” tandas artis VFX tersebut pada saat itu. (bnt/saf/ham)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Pagi-Pagi Terjebak Macet di Simpang PBI

Kecelakaan Truk Box dan Motor di Sukorejo Pasuruan

Tetap Nyoblos Meski TPSnya Banjir

Surabaya
Kamis, 29 Februari 2024
30o
Kurs