Minggu, 3 Maret 2024

Empat Kuliner Banyuwangi Ditetapkan sebagai Kekayaan Intelektual Komunal

Laporan oleh Ika Suryani Syarief
Bagikan
Kuliner sego tempong khas Banyuwangi, Jawa Timur. Foto: Humas Pemkab Banyuwangi Kuliner sego tempong khas Banyuwangi, Jawa Timur. Foto: Humas Pemkab Banyuwangi

Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) pada Kementerian Hukum dan HAM menetapkan empat kuliner asal Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, masuk dalam pencatatan inventarisasi Kekayaan Intelektual Komunal (KIK).

Empat kuliner khas Banyuwangi yang telah mendapat surat pencatatan inventarisasi KIK tersebut, yakni sego tempong, sego cawuk, pecel itik dan ayam kesrut secara resmi tercatat sebagai Pengetahuan Tradisional (PT) asli Banyuwangi.

“Cukup menggembirakan empat makanan khas Banyuwangi, secara hukum sudah jelas makanan ini berasal dari Banyuwangi, ‘Bumi Blambangan’ kita tercinta,” ujar Ipuk Fiestiandani Bupati Banyuwangi di Banyuwangi, Jawa Timur, Selasa (28/11/2023), seperti dilansir Antara.

Keberadaan KIK adalah cara pemerintah untuk melindungi keanekaragaman budaya dan hayati Indonesia, termasuk kepemilikan KIK dan mencegah pihak asing untuk membajak atau mencuri KIK Indonesia.

Bupati Ipuk menyampaikan bahwa pada tahun ini ada sembilan jenis kuliner tradisional asli Banyuwangi, yang diajukan ke Kemenkumham, dan empat kuliner telah berhasil, sementara lima kuliner lainnya masih dalam proses.

“Semoga semuanya segera clear dan kami segera mendapatkan kepastian hukum untuk lima kuliner lainnya. Ini adalah salah satu upaya untuk menjaga warisan leluhur,” ucapnya.

Ipuk menambahkan, selain pengajuan kekayaan intelektual komunal, pihaknya juga mendorong masyarakat agar mendaftarkan hak cipta atas Marya Intelektual Pribadinya (KIP).

Menurut dia, dengan mendaftarkan KIP masyarakat tidak hanya mendapatkan jaminan hukum atas karya mereka melainkan juga jaminan ekonomi, karena sertifikat KIP bisa dijadikan sebagai jaminan fidusia untuk mengakses pendanaan.

“Sosialisasi terus dilakukan agar pelaku UMKM maupun masyarakat umum sadar untuk mendaftarkan hak cipta atas karya mereka. Pemkab juga memberikan fasilitasi bagi siapa saja yang ingin mengajukan permohonan ke Kemenkumham,” katanya.

Total pengurusan hak kekayaan intelektual yang telah difasilitasi Pemkab Banyuwangi sebanyak 144, terdiri atas pengurusan merk dagang.

Selama ini Pemkab Banyuwangi juga rutin menggelar sejumlah agenda, salah satunya Festival Banyuwangi Kuliner yang konsisten mengangkat masakan khas daerah dan hal ini dilakukan guna menjaga dan melestarikan makanan tradisional di kabupaten ujung timur Pulau Jawa itu.(ant/iss/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Pagi-Pagi Terjebak Macet di Simpang PBI

Kecelakaan Truk Box dan Motor di Sukorejo Pasuruan

Tetap Nyoblos Meski TPSnya Banjir

Surabaya
Minggu, 3 Maret 2024
26o
Kurs