Minggu, 3 Maret 2024

Mencari Solusi Pada Masalah Dapat Cegah Overthinking

Laporan oleh Iping Supingah
Bagikan
Ilustrasi seseorang yang overthinking. Foto: Antara

Dr dr Natalia Widiasih Raharjanti, Sp.KJ(K), MPd.Ked Dokter spesialis kedokteran jiwa dari RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo menuturkan, orang-orang bisa mencegah overthinking atau memikirkan sesuatu berlebihan dengan tidak fokus pada masalah tetapi mencari solusi.

“Jangan fokus di masalah tetapi lihat apa sih masalahnya, apa solusinya. Tapi jangan mencoba mengubah sesuatu yang tidak bisa kita ubah,” katanya di Jakarta, Kamis (30/11/2023).

Dilansir dari Antara, Natalia mencontohkan, mereka yang sudah secara genetik cenderung memiliki kadar kolesterol darah tinggi seperti orang dengan kelainan genetik hiperkolesterolemia familial, pertama-tama harus menerima kondisinya dulu.

Kemudian, berpikir cara agar kolesterol ini tidak menyebabkannya terkena masalah kesehatan semisal penyakit jantung koroner (PJK).

“Itu cara efektif untuk mengubah enggak jadi overthinking terhadap satu pikiran tertentu,” kata Natalia.

Natalia menjelaskan overthinking biasanya terjadi saat ada kecemasan atau pikiran berulang. Dia menyarankan orang yang berada dalam kondisi tersebut mendefinisikan apa yang sebenarnya dia pikirkan sesuatu yang nyata atau bukan.

Kalaupun itu nyata, pikirkan apakah bisa diubah atau tidak dan kalau tidak bisa diubah apa yang bisa dilakukan.

Natalia lalu memberikan kiat bagi mereka yang mengalami menopause agar mampu mengelola stres.

Dia menyarankan, para wanita pertama-tama perlu menyadari bahwa menopause adalah fase yang dialami oleh hampir setiap perempuan, sehingga dalam menjalani fase ini, dia tidak sendiri.

Dia juga perlu menyadari bahwa ada orang-orang terdekat yang mampu mendukung kita. Selanjutnya, dia perlu mengenali dan menyayangi diri sendiri dengan segala kelebihan dan kekurangan yang dimiliki.

“Jika kita ingin mengubah diri kita, kita dapat membuat target yang dapat dicapai dan sesuai dengan kapasitas kita saat ini,” ujar Natalia.

Terakhir, sambung dia, para wanita dapat mencari bantuan tenaga kesehatan profesional seperti psikolog maupun psikiater jika terdapat kesulitan dalam menjalani fase menopause.(ant/ath/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Pagi-Pagi Terjebak Macet di Simpang PBI

Kecelakaan Truk Box dan Motor di Sukorejo Pasuruan

Tetap Nyoblos Meski TPSnya Banjir

Surabaya
Minggu, 3 Maret 2024
26o
Kurs