Kamis, 22 Februari 2024

Sempat Mati Suri, Lokananta Bangkit Jadi Destinasi Cagar Budaya Musik Indonesia

Laporan oleh Muhammad Syafaruddin
Bagikan
Wendi Putranto CEO PT Ruang Riang Lokananta (kiri) bersama Verry Firmansyah CEO Suara Surabaya Media. Foto: Pramudita Rah Mukti/suarasurabaya.net

Lokananta, perusahaan rekaman pertama sekaligus legendaris di Indonesia, merayakan ulang tahunnya ke-67 pada Minggu (29/10/2023) hari ini.

Suara Surabaya Media berkesempatan datang langsung ke Lokananta di Surakarta, serta berdiskusi dengan Wendi Putranto CEO PT Ruang Riang Lokananta sebagai pengelola Lokananta saat ini.

Didirikan pada 29 Oktober 1956, Lokananta bertransformasi dari perusahaan menduplikasi bahan siaran Radio Republik Indonesia (RRI), menjadi label rekaman sejak 1961.

“Ketika masuk era komersial, Lokananta tak hanya merekam lagu-lagu tradisi atau lagu yang menegaskan identitas kebangsaan Indonesia saja, mulai boleh menjual piringan hitam secara komersial. Boleh merekam artis-artis yang di luar dari fungsi pemerintahan,” cerita Wendi.

Wendi Putranto CEO PT Ruang Riang Lokananta (kanan) bersama dua penyiar Radio Suara Surabaya Adit Jufriansyah (tengah) dan Hendra Lukas P Hutagalung (kiri). Foto: Pramudita Rah Mukti/suarasurabaya.net

Sebagai perusahaan rekaman pertama di Indonesia, Lokananta menjadi saksi hidup dari dunia musik Tanah Air. Saat RRI mengadakan Bintang Radio, karya musik dari pemenang ajang pencarian bakat tersebut direkam di Lokananta. Kemudian disebarluaskan ke berbagai macam outlet.

Nama Lokananta sendiri dapat diartikan sebagai “seperangkat gamelan yang dapat berbunyi sendiri dengan merdu di kahyangan”. Nama tersebut diusulkan oleh R. Maladi mantan penjaga gawang tim nasional (Timnas) Indonesia sekaligus mantan Ketua Umum PSSI periode 1950-1959..

Seiring berjalannya waktu, nama Lokananta melesat dan menjadi legenda. Berbagai macam tembang hebat masyhur berkat campur tangan Lokananta. Salah satunya “Bengawan Solo” karya Gesang.

“Ketika diciptakan pada tahun 1940 oleh Gesang, lagu ini beredar pada zaman penjajahan Jepang. Pada saat itu lagu ini sering dimainkan oleh Gesang di depan tentara Jepang. Ketika Lokananta itu jadi, lagu Bengawan Solo digandakan di Lokananta. Kemudian dirilis secara resmi oleh Lokananta tahun 1950an. Itu menjadi salah satu hits terbesar. Bahkan terkenal hingga Jepang,” jabarnya.

Verry Firmansyah CEO Suara Surabaya Media (kiri) dan Adit Jufriansyah penyiar Radio Suara Surabaya berbincang dengan Wendi Putranto CEO PT Ruang Riang Lokananta. Foto: Pramudita Rah Mukti/suarasurabaya.net

Setelah berjaya selama beberapa dekade, Lokananta pun sempat turun pamor. Dimulai dari maraknya kaset bajakan mulai tahun 80an. Meski sempat goyang, produksi sempat berjalan. Puncak kejatuhan Lokananta terjadi selepas era reformasi.

Diawali dengan pembubaran Departemen Penerangan (Deppen) oleh mendiang Abdurrahman Wahid Presiden Indonesia ke-4. Pembubaran Deppen berimbas langsung ke Lokananta. Sebab perusahaan bernaung di bawah Deppen.

Pembubaran Deppen membuat Lokananta goyah. Hingga pada 2021 pemerintah Indonesia menggabungkan Lokananta ke Perum Percetakan Negara RI (PNRI). Lokananta pun menjadi salah satu cabang perusahaan ini. Keputusan ini membuat Lokananta meredup, bahkan seakan tenggelam.

Kesempatan Lokananta untuk melesat lagi terjadi pada 2022. Ketika Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta menyodorkan proyek revitalisasi Lokananta ke pemerintah lewat Kementerian BUMN.

Tampak depan gedung Lokananta yang berlokasi di Jalan A. Yani, Kerten, Laweyan, Kota Surakarta. Foto: Pramudita Rah Mukti/suarasurabaya.net

Lalu Kementerian BUMN melalui PT Perusahaan Pengelola Aset melakukan revitalisasi Lokananta mulai November 2022 hingga Juni 2023. Kini Lokananta dikelola PT Ruang Riang Lokananta hingga satu dasawarsa mendatang.

“Lokananta kini menjadi destinasi cagar budaya musik Indonesia. Terbuka untuk umum. Orang bisa berkunjung untuk melihat galeri perjalanan Lokananta, bisa datang untuk nonton konser, atau sekadar makan dan minum. Masyarakat juga bisa ke sini untuk rekaman. Jadi, menjadi destinasi adalah fungsi baru Lokananta,” terang Wendi. (saf/ham)

Berita Terkait

Slank Jajal Rekaman Lokananta Untuk Album ke-23


Potret NetterSelengkapnya

Truk Trailer Mogok, Jembatan Branjangan Macet Total

Kecelakaan Truk Box dan Motor di Sukorejo Pasuruan

Tetap Nyoblos Meski TPSnya Banjir

Bus Tabrak Tiang Listrik di Sukodadi Lamongan

Surabaya
Kamis, 22 Februari 2024
31o
Kurs