Kamis, 20 Juni 2024

Dokter Sebut TB Dapat Menyebar ke Organ Selain Paru-Paru

Laporan oleh Muchlis Fadjarudin
Bagikan
Ilustrasi - Tuberkulosis. Foto: iStock Ilustrasi - Tuberkulosis. Foto: iStock

Dokter Heidy Agustin dari Rumah Sakit Persahabatan mengatakan, tuberkulosis dapat menyerang organ tubuh lain selain paru-paru, contohnya di kulit, ginjal, bahkan di otak berupa TB meningitis.

“Atau ada cairan di jantung, itu juga biasanya penyebabnya TB juga. Pasiennya sesak nafas, nyeri dada, ternyata ada cairan di jantungnya, itu perikarditis TB namanya,” kata Heidy seperti dilansir Antara pada Selasa (26/3/2024).

Heidy menjelaskan, tuberkulosis yang menyerang paru-paru biasanya membutuhkan enam bulan pengobatan. Namun, dia menambahkan, untuk TB yang menyerang selain paru, dibutuhkan waktu dua tahun untuk pengobatan, terutama jenis TB tulang dan TB meningitis.

ia menyebut, contoh lainnya dari organ yang dapat diserang tuberkulosis adalah saluran indung telur, yang dapat menyebabkan seorang perempuan tak kunjung hamil.

Dokter itu mengatakan, TB yang menyerang paru dapat ditularkan ke orang lain melalui batuk.

“Tapi kalau TB, misalnya TB milier, itu melewat pembuluh darah nyebarnya. Atau ada juga yang dengan organ sebelahnya itu, karena nempel itu juga bisa ketular juga di dalam organ, di dalam badan kita ya,” jelasnya.

Meski TB ekstra paru tidak menular, namun sama berbahayanya dengan TB paru.

Menurutnya, jika tidak diobati, maka ada risiko TB dapat menyerang organ-organ lainnya. Dia mengatakan, orang sering tidak sadar mereka terserang penyakit itu hingga akhirnya gejala-gejalanya parah, seperti batuk darah.

“Paling batuk-batuk ‘itu biasa lah’, terus keringat-keringat malam, ‘biasa, dia kok tidak terlalu tinggi juga’, tidak bikin dia ingin berobat juga, gitu. Ya, kecuali sudah batuk darah,” paparnya..

Dalam kesempatan itu, dia memberikan sejumlah tips untuk mencegah agar tidak terkena TB, antara lain istirahat yang cukup, juga menjaga kesehatan mental dengan tidak memikirkan banyak hal yang membuat stres, karena stres dapat menurunkan imun.

“kalau misalnya kita kena memang kena TB, itu tetap harus wajib diobati dan harus teratur minum obatnya, karena kalau tidak teratur minum obat nanti kumannya jadi kebal jadi tidak berfungsi lagi obat-obat yang biasa,” tuturnya.

Dalam kesempatan itu, ia mengatakan apabila terkena TBMDR, tidak perlu berkecil hati ataupun stres, karena banyak rumah sakit, seperti Rumah Sakit Persahabatan, yang menjadi pusat pengobatan penyakit itu.

“Di sini semua obatnya gratis, alat-alatnya juga lengkap, tinggal datang aja. Kita juga punya ada dukungan untuk teman sebaya, kita punya ada dukungan dari mantan pasien untuk pengobatan biar semangat,” pungkasnya. (ant/ike/faz)

Berita Terkait

..
Surabaya
Kamis, 20 Juni 2024
29o
Kurs