Menghapus daging dari menu harian dapat memicu berbagai perubahan fisiologis, baik dalam hitungan hari maupun setelah beberapa bulan ketika tubuh mulai beradaptasi dengan pola makan berbasis nabati.
Dampaknya bisa positif, tetapi juga menimbulkan risiko bila tidak direncanakan dengan baik.
1. Kesehatan Jantung Berpotensi Membaik
Penurunan asupan lemak jenuh dan kolesterol menjadi salah satu manfaat utama ketika seseorang mengurangi konsumsi daging.
Dilansir dari Health, berbagai penelitian menunjukkan bahwa pola makan berbasis tanaman berkaitan dengan tekanan darah yang lebih stabil serta kadar kolesterol yang lebih rendah—dua faktor penting bagi kesehatan jantung.
Meski begitu, tidak semua menu vegetarian otomatis menyehatkan. Makanan gorengan dan camilan manis tetap dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular bila dikonsumsi berlebihan. Kunci utamanya adalah memperbanyak sayuran, lemak sehat, dan karbohidrat bergizi.
2. Berat Badan Bisa Turun Secara Alami
Berpindah ke pola makan nabati sering kali menyebabkan penurunan berat badan karena kalori yang dikonsumsi cenderung lebih rendah dan seratnya lebih tinggi. Serat membantu tubuh merasa kenyang lebih lama sehingga mengurangi keinginan makan berlebih.
Pola makan tanpa daging juga dikaitkan dengan risiko obesitas dan diabetes tipe 2 yang lebih rendah. Sejumlah studi kohort menunjukkan bahwa mereka yang menjalani diet nabati memiliki kemungkinan lebih kecil mengalami diabetes tipe 2 dibanding kelompok yang masih rutin mengonsumsi daging.
3. Pencernaan Semakin Teratur
Serat yang melimpah dalam pola makan nabati mendukung kerja sistem pencernaan dan membantu menjaga pergerakan usus tetap teratur.
Beberapa penelitian awal bahkan menyinggung potensi pola makan tanpa daging dalam memperbaiki keseimbangan mikrobioma usus. Namun, bukti tersebut masih perlu diperdalam untuk memahami manfaatnya secara menyeluruh.
4. Risiko Kekurangan Nutrisi Tetap Ada
Tanpa perencanaan, pola makan yang sepenuhnya menghindari daging dapat menyebabkan kekurangan nutrisi penting seperti vitamin B12, vitamin D, zat besi, zinc, dan kalsium.
Kekurangan nutrisi ini dapat memicu masalah serius, seperti anemia maupun gangguan kesehatan tulang. Untuk mencegahnya, konsumsi sayuran padat nutrisi, polong-polongan, kacang-kacangan, serta produk yang diperkaya perlu menjadi bagian dari menu harian. Konsultasi dengan dokter atau ahli gizi juga dapat membantu menentukan kebutuhan suplemen yang tepat.
(saf/iss)
NOW ON AIR SSFM 100
