Rabu, 21 Oktober 2026

Asam Lambung Tak Kunjung Membaik dan Nyeri Perut Berulang, Kapan Harus ke Dokter?

Laporan oleh Muhammad Syafaruddin
Bagikan
Ilustrasi - Tidur setelah sahur disebut bisa menyebabkan asam lambung naik dan memicu penyakit GERD. Foto: shutterstock

Keluhan asam lambung yang tidak kunjung membaik, nyeri perut berulang, hingga perubahan pola buang air besar sebaiknya tidak diabaikan.

Pemeriksaan dokter diperlukan untuk mengetahui penyebab gangguan pencernaan sekaligus menentukan penanganan yang sesuai dengan kondisi pasien.

Meski demikian, tidak semua gangguan pencernaan harus ditangani melalui operasi.

Menurut dr. Eko Priatno, Sp.B, Subsp.BD(K) dokter Spesialis Bedah Subspesialis Bedah Digestif, penanganan gangguan pencernaan harus disesuaikan dengan kondisi dan hasil evaluasi pasien, serta tidak selalu memerlukan tindakan operasi.

“Tidak semua gangguan pencernaan memerlukan operasi. Kami terlebih dahulu mencari penyebab keluhan dan mengevaluasi kondisi pasien, kemudian menentukan terapi yang paling sesuai,” katanya, dilansir Antara pada Selasa (20/10/2026).

Penanganan penyakit refluks asam lambung atau gastroesophageal reflux disease (GERD) umumnya dimulai dengan perubahan gaya hidup dan pemberian obat-obatan.

Jika keluhan tetap berlangsung meski terapi telah diberikan secara optimal, dokter dapat mengevaluasi kemungkinan tindakan antirefluks.

Sementara itu, batu empedu yang menyebabkan keluhan atau komplikasi dapat ditangani melalui operasi pengangkatan kantong empedu dengan teknik laparoskopi.

Teknik bedah minimal invasif itu menggunakan sayatan kecil dan pada pasien tertentu memungkinkan pemulihan lebih cepat.

Pada pasien kanker rektum, dokter mempertimbangkan teknik Intersphincteric Resection (ISR) untuk mengangkat kanker dengan tetap mempertahankan fungsi anus.

“Pada kanker rektum, kami berupaya mempertahankan fungsi organ bila kondisi memungkinkan. Namun, keamanan pasien dan pengangkatan kanker sesuai prinsip medis tetap menjadi prioritas,” ujarnya.

Untuk kasus kompleks, seperti tumor tertentu di kepala pankreas, saluran empedu, atau usus dua belas jari, operasi Whipple dapat menjadi salah satu pilihan penanganan.

Prosedur itu melibatkan pengangkatan bagian organ yang terdampak dan penyambungan kembali saluran pencernaan.

Kelayakan tindakan dilihat dari hasil pemeriksaan dan perencanaan bersama tim medis. (ant/fia/saf/ipg)

Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Eits, Miring

Truk Muat Kol Terguling

Exit Tol Waru Awal Pekan

Mobil Tabrak Bangunan Semi Permanen

Surabaya
Rabu, 21 Oktober 2026
27o
Kurs