Departemen Desain Komunikasi Visual (DKV) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) mengajak anak-anak Kampoeng Dolanan Surabaya berkreasi melalui pembuatan mural bertema permainan tradisional.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat identitas visual kawasan tersebut sekaligus menumbuhkan keterlibatan anak dalam menjaga budaya bermain tradisional.
Rahmatsyam Lakoro Ketua Tim Pengabdian kepada Masyarakat (Abmas) DKV ITS menyampaikan, penguatan identitas visual Kampoeng Dolanan diharapkan dapat menarik minat anak-anak untuk kembali memainkan permainan tradisional yang mulai tersisih oleh perkembangan teknologi.
“Upaya tersebut perlu didukung fasilitas memadai berupa ruang nyaman untuk berkumpul, bermain, dan berinteraksi,” kata Ramok, sapaan akrabnya.
Sejumlah permainan tradisional, seperti egrang, dakon, dan bekel, dinilai dapat menjadi alternatif aktivitas bermain bagi anak-anak.
Karena itu, pengembangan kawasan tidak hanya berfokus pada tampilan visual, tetapi juga pada penciptaan ruang yang mendukung interaksi sosial.
Dalam pelaksanaannya, tim Abmas DKV ITS membuat mural dan mengecat sejumlah fasilitas di Kampoeng Dolanan.
Anak-anak sekitar dilibatkan dalam proses pembuatan mural agar dapat menuangkan ide dan kreativitas mereka sekaligus menumbuhkan rasa memiliki terhadap lingkungan tempat bermain.
Penguatan identitas kawasan juga dilakukan melalui pembuatan logo dan graphic standard manual (GSM), serta perbaikan papan penanda pintu masuk atau entrance sign.
Elemen tersebut dirancang untuk membangun identitas visual yang konsisten dan memudahkan masyarakat mengenali Kampoeng Dolanan.
Mustofa Sam pendiri Kampoeng Dolanan menyambut baik kegiatan tersebut. Ia menilai penataan yang dilakukan tim Abmas ITS menghadirkan perubahan pada kawasan bermain, baik dari sisi kerapian maupun kreativitas desain.
“Kami berharap, wajah baru Kampoeng Dolanan dapat menumbuhkan semangat anak-anak untuk terus menghidupkan dolanan lawas,” ujarnya.
Melalui kolaborasi ini, pengembangan Kampoeng Dolanan diharapkan tidak hanya memperbaiki lingkungan fisik, tetapi juga mendukung pelestarian permainan tradisional dan budaya bermain yang melibatkan anak-anak serta masyarakat sekitar. (kir/saf/iss)
NOW ON AIR SSFM 100

