Wan Nedra Komaruddin Dosen Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas YARSI mengingatkan masyarakat akan risiko penyakit selama musim hujan. Menurutnya, peningkatan kewaspadaan patut dilakukan untuk mencegah berbagai potensi infeksi penyakit.
“Pekerja lapangan menghadapi risiko penyakit yang cukup serius, mulai dari leptospirosis, infeksi kulit, diare, hingga infeksi saluran pernapasan,” ucap Wan Nedra seperti dilansir Antara, Kamis (15/1/2026).
Berikut penyakit-penyakit yang menghantui kala musim hujan:
1. Leptospirosis
Penyakit penyerta banjir ini ditularkan melalui kencing tikus, berupa bakteri yang masuk melalui kulit yang lecet atau selaput lendir. Bakteri masuk saat seseorang kontak dengan banjir, genangan air sungai, selokan dan lumpur.
Melansir laman Kementerian Kesehatan, gejala leptospirosis adalah demam mendadak, lemah, lesu, mata memerah, kekuningan pada kulit, sakit kepala, dan nyeri otot betis.
Pencegahan bisa dilakukan dengan menggunakan sarung tangan atau sepatu boots, serta mencuci tangan dengan sabun setelah selesai beraktivitas.
2. Infeksi Kulit
Kontak berkepanjangan dengan air kotor dapat memicu infeksi kulit seperti dermatitis, bisul dan jamur. Untuk mencegah infeksi, masyarakat harus menjaga kebersihan.
3. Diare
Diare adalah kondisi yang umum dialami masyarakat, di mana seseorang mengalami peningkatan frekuensi buang air besar dengan feses cair atau encer. Diare disertai gejala mual, muntah, kram perut dan penurunan berat badan.
Pengobatannya bergantung tingkat keparahan, beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mengatasi diare adalah minum banyak cairan, mengonsumsi makanan lembut dan mudah dicerna.
4. Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA)
Infeksi ini mempengaruhi saluran pernapasan bagian atas dan bawah, termasuk hidung, tenggorokan, sinus, bronkus, dan paru-paru. Penyebabnya adalah virus, bakteri, atau jamur.
Gejalanya batuk, hidung tersumbat, sakit tenggorokan, demam, sesak napas, sakit kepala, nyeri otot dan sendi, lemas, suara serak atau hilang, pilek, napsu makan menurun, mual, muntah atau diare.
Jika mengalami satu atau lebih dari gejala tersebut, disarankan berkonsultasi dengan tenaga kesehatan, sehingga infeksi dapat dievaluasi dan diberikan penanganan medis lebih lanjut. (lea/ham)
NOW ON AIR SSFM 100
