Penayangan episode terakhir serial “Stranger Things” sukses besar di layar lebar. Selama libur Tahun Baru, bioskop di Amerika Serikat meraup pendapatan sekitar 25–28 juta dolar AS atau setara Rp390–440 miliar, hanya dari pemutaran final serial andalan Netflix tersebut.
Dari laporan Variety, Sabtu (3/1/2026), pendapatan diperkirakan bervariasi karena harga tiket dan paket yang dijual berbeda di tiap jaringan bioskop.
AMC dan Cinemark, misalnya, menjual tiket dalam bentuk voucher makanan dan minuman senilai 20 dolar AS (setara Rp334.050), sementara Regal Cinemas dan jaringan lain mematok harga 11 dolar AS (setara Rp183.727), angka yang merujuk pada karakter ikonik Eleven yang diperankan Millie Bobby Brown.
Netflix belum memberikan komentar resmi terkait capaian tersebut. Namun sebelumnya, The Duffer Brothers kreator “Stranger Things”, mengumumkan bahwa 1,1 juta voucher bioskop telah terjual.
AMC mengungkapkan bahwa mereka sendiri meraup 15 juta dolar AS dari lebih dari 753 ribu penonton yang membeli paket makanan dan minuman. Jaringan AMC menyumbang lebih dari sepertiga total bioskop yang menayangkan final serial ini.
Capaian ini menjadi kabar baik bagi industri bioskop yang sepanjang 2025 menghadapi tantangan. Total penjualan tiket domestik sepanjang tahun hanya mencapai sekitar 8,9 miliar dolar AS (setara Rp148,65 triliun), naik tipis 1,5 persen dibanding 2024, dan masih jauh di bawah capaian pra-pandemi yang menembus 11 miliar dolar AS (setara Rp183,73 triliun).
Meski begitu, penutupan tahun 2025 cukup positif berkat kesuksesan sejumlah film besar seperti “Avatar: Fire and Ash”, “The Housemaid”, dan “Marty Supreme”.
“Stranger Things”, yang terinspirasi film petualangan fantasi era 1980-an seperti The Goonies dan E.T., telah menjadi salah satu serial paling populer dalam sejarah Netflix. Serial ini menutup lima musim penayangannya dengan episode pamungkas berdurasi dua jam, yang dirilis pada malam Tahun Baru.
Netflix dan Bioskop Mulai Cair
Selama ini, hubungan Netflix dan jaringan bioskop kerap dianggap rumit. Banyak bioskop menolak memutar film Netflix karena tidak mengikuti pola penayangan bioskop konvensional sebelum masuk platform digital.
Namun sinyal perubahan mulai terlihat. Adam Aron CEO AMC menyatakan optimisme terhadap kerja sama lanjutan dengan Netflix.
“Di AMC, kami sangat antusias dengan peluang membawa lebih banyak konten Netflix ke layar lebar. Hubungan kerja kami dalam dua proyek terakhir berjalan mudah, kreatif, dan mulus,” ujar Aron dalam pernyataannya.
Ia menambahkan, AMC dan Netflix kini sudah mulai berdiskusi mengenai program Netflix lain yang berpotensi ditayangkan di bioskop, membuka peluang baru kolaborasi antara platform streaming dan industri layar lebar. (bil/iss)
NOW ON AIR SSFM 100
