Rabu, 11 Maret 2026

Film Biopik Bon Jovi Segera Diproduksi, Fokus pada Masa Awal Band

Laporan oleh Muhammad Syafaruddin
Bagikan
Sesi foto studio Bon Jovi di Tokyo pada Oktober 1984. Foto: Shinko Music/Getty Images

Universal Pictures tengah mempersiapkan film biografi yang akan mengangkat perjalanan awal band rock legendaris, Bon Jovi. Film ini akan menyoroti masa-masa awal band tersebut sebelum menjadi salah satu grup musik tersukses di dunia dengan penjualan lebih dari 130 juta album.

Proyek film ini disebut sebagai biografi definitif yang akan menggambarkan perjalanan para personel band dari latar belakang sederhana di New Jersey hingga mencapai popularitas global dan akhirnya masuk ke Rock and Roll Hall of Fame serta Songwriters Hall of Fame.

Dilansir dari Deadline, Universal diketahui berhasil memenangkan persaingan dengan sejumlah studio lain untuk menggarap proyek ini. Film tersebut juga akan melibatkan partisipasi langsung dari vokalis utama band, Jon Bon Jovi, sekaligus mendapatkan akses ke katalog musik resmi band.

Penulis naskah film ini adalah Cody Brotter. Ia sebelumnya dikenal melalui naskah “Drudge” yang masuk dalam daftar Black List Hollywood.

Brotter juga terlibat dalam penulisan ulang film thriller kripto “Killing Satoshi” untuk sutradara Doug Liman serta mengerjakan proyek film biografi musik lain bersama Mike Judge.

Film ini akan diproduseri oleh Kevin J. Walsh yang dikenal lewat film Manchester by the Sea dan The Instigators. Ia akan bekerja sama dengan Gotham Chopra dari rumah produksi Religion of Sports.

Chopra sebelumnya juga menyutradarai serial dokumenter empat episode tentang band tersebut berjudul Thank You, Goodnight: The Bon Jovi Story yang dirilis di Hulu pada 2024 bertepatan dengan perayaan 40 tahun perjalanan Bon Jovi.

Kisah Awal Jon Bon Jovi

Film ini akan berfokus pada masa muda vokalis yang memiliki nama asli John Francis Bongiovi Jr. sebelum akhirnya dikenal sebagai Jon Bon Jovi.

Ketertarikannya pada musik muncul berkat ibunya yang sangat mengidolakan The Beatles. Namun perjalanan awalnya tidak selalu mulus. Saat masih belajar gitar di rumahnya di Perth Amboy, New Jersey, ia pernah merasa frustrasi hingga melemparkan gitar tersebut ke tangga ruang bawah tanah.

Semangatnya kembali muncul setelah menyaksikan penampilan musisi asal New Jersey, Bruce Springsteen. Sejak saat itu ia mulai serius menekuni musik, memperbaiki gitar yang rusak, belajar menulis lagu, dan tampil bersama berbagai band lokal.

Sebelum terkenal, Bon Jovi sempat bekerja sebagai pesuruh di studio rekaman Power Station di Manhattan yang dimiliki sepupunya. Di tempat itu ia menyapu lantai dan mengamati proses rekaman berbagai band besar seperti Aerosmith.

Di studio itulah ia merekam lagu-lagu awalnya, termasuk lagu yang kemudian menjadi hit besar, Runaway.

Meski sempat ditolak oleh banyak label rekaman, lagu tersebut akhirnya mendapatkan perhatian setelah diputar oleh stasiun radio rock di New York, khususnya WAPP. Popularitasnya kemudian menyebar ke berbagai stasiun radio lainnya.

Pembentukan Band Bon Jovi
Setelah mendapat momentum dari kesuksesan “Runaway”, Jon Bon Jovi membentuk band bersama sejumlah musisi lokal yang sering tampil di klub-klub musik New Jersey seperti Stone Pony.

Beberapa anggota yang bergabung antara lain David Bryan pemain keyboard, Tico Torres drummer, serta Alec John Such bassist.

Formasi band semakin kuat setelah gitaris dan penulis lagu berbakat Richie Sambora bergabung. Sambora kemudian menjadi mitra kreatif utama Bon Jovi dalam menulis lagu.

Dengan dukungan Doc McGhee sebagai manajer, band tersebut mulai melakukan tur untuk membangun identitas musik mereka.

Puncak Kesuksesan Awal
Film ini juga akan menyoroti perjalanan band hingga merilis album ketiga mereka, Slippery When Wet. Album ini melahirkan sejumlah lagu rock legendaris seperti Livin’ on a Prayer dan You Give Love a Bad Name.

Album tersebut terjual lebih dari 30 juta kopi di seluruh dunia dan mengangkat Bon Jovi menjadi salah satu band rock terbesar di era 1980-an.

Selain mengisahkan perjalanan menuju ketenaran, film ini juga akan menyentuh berbagai tantangan yang dihadapi band tersebut, termasuk tekanan popularitas, konflik internal, serta masalah kesehatan pita suara yang sempat mengancam karier menyanyi Jon Bon Jovi. (saf/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Rusunawa Sombo Surabaya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Banjir Menggenangi Sidosermo 4

Surabaya
Rabu, 11 Maret 2026
31o
Kurs