Sabtu, 21 Februari 2026

Google Gemini Kini Bisa Ciptakan Musik AI Melalui Lyria 3

Laporan oleh Muhammad Syafaruddin
Bagikan
Ilustrasi - Pembuatan musik berbasis kecerdasan buatan. Foto: AI

Google resmi memperluas kemampuan asisten virtualnya, Gemini, dengan fitur pembuatan musik berbasis kecerdasan buatan (AI). Melalui model terbaru bernama Lyria 3, Google mengklaim menghadirkan teknologi generasi musik paling canggih yang pernah mereka kembangkan.

Model Lyria 3 kini tersedia secara terbatas melalui platform Google Gemini dan dirancang untuk memungkinkan pengguna menciptakan lagu hanya dengan instruksi teks. Google menyebut sistem ini mampu menghasilkan komposisi dengan alur nada yang natural serta kualitas audio profesional.

Dalam keterangan resminya, Google menjelaskan bahwa Lyria 3 dikembangkan dengan melibatkan produser dan musisi profesional.

“Kami mengembangkannya dengan masukan dari produser dan musisi sehingga memahami musikalitas – mulai dari ritme hingga aransemen,” tulis Google.

Pengguna cukup mendeskripsikan lagu yang diinginkan, lalu menambahkan detail seperti genre, suasana, instrumen, atau gaya vokal. Sistem kemudian akan memproses kompleksitas aransemen dan menghasilkan trek utuh.

Menurut Google, Lyria 3 memungkinkan pengguna untuk:

– Membuat lagu yang kohesif dengan struktur yang rapi
– Mengeksplorasi bahasa dan genre musik global
– Menggubah musik berdasarkan gambar dengan mengunggah foto
– Menghasilkan audio berkualitas profesional

“Lyria 3 menangani kompleksitasnya, menghadirkan kemungkinan musik baru di ujung jari Anda,” demikian pernyataan Google.

Dilansir dari NME, untuk menjaga transparansi dan mencegah penyalahgunaan, seluruh trek yang dihasilkan di Gemini akan disematkan tanda air digital tak terlihat menggunakan SynthID.

Google menjelaskan bahwa SynthID berfungsi sebagai penanda konten yang dihasilkan oleh AI. Selain itu, perusahaan juga memperluas fitur verifikasi konten audio di Gemini.

“Cukup unggah file dan tanyakan apakah file tersebut dihasilkan menggunakan Google AI, dan Gemini akan memeriksa SynthID dan menggunakan penalaran sendiri untuk memberikan respons,” tulis Google.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya Google meningkatkan transparansi dalam ekosistem konten AI, terutama di tengah meningkatnya kekhawatiran terhadap deepfake audio dan manipulasi suara digital. (saf/faz)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Banjir Menggenangi Sidosermo 4

Kecelakaan Bus Vs Truk Gandeng di Jembatan Suramadu

Surabaya
Sabtu, 21 Februari 2026
29o
Kurs