Yannes Martinus Pasaribu Pakar otomotif dari Institut Teknologi Bandung (ITB) mengingatkan masyarakat, yang akan meninggalkan kendaraan saat mudik, tidak cukup sekedar dikunci dan diparkir di tempat yang aman. Lantaran ada risiko teknis yang berpotensi muncul, seperti kondensasi dan aki soak.
“Kita perlu menyiapkan mobil atau motor dalam kondisi simpan yang aman, bukan hanya parkir lalu kunci,” kata Yannes seperti dilansir Antara, Rabu (25/2/2026).
Risiko utama adalah aki soak, karena kondisi mesin yang mati selama ditinggal mudik. Perlu diketahui saat mesin mati, sejumlah komponen seperti alarm, ECU, dan sistem keyless tetap menyerap arus listrik dalam jumlah kecil. Penyerapan arus listrik yang terjadi terus menerus selama kendaraan ditinggal yang menyebabkan risiko aki soak bisa terjadi.
Kondisi aki lemah juga meningkatkan potensi kendaraan gagal dinyalakan saat pemilik kembali dari mudik.
Sedangkan kondensasi dipicu tangki bahan bakar yang terlalu kosong. Katanya, ruang udara dalam tangki memungkinkan uap air terbentuk dan mengendap menjadi tetesan air yang mencemari bahan bakar, bahkan berpotensi menyebabkan korosi pada sistem bahan bakar.
Yannes menyarankan tangki terisi minimal tiga perempat sebelum ditinggal mudik.
Risiko lainnya adalah perubahan bentuk ban atau flat spot akibat tekanan angin yang tidak sesuai. Lau sarannya tekanan ban mengikuti rekomendasi pabrikan, dan kendaraan diparkir di permukaan rata.
Lalu kabin juga dibersihkan dari sisa makanan atau benda organik untuk mencegah tikus dan jamur.
“Cuci bodi dan kolong kendaraan, lalu pastikan kering agar kelembapan tidak memicu karat,”ujarnya.
Setelah ditinggal mudik, kendaraan tidak disarankan langsung digunakan. Sebelum digunakan disarankan dicek kebocoran cairan, kondisi ban, ruang mesin, serta fungsi rem untuk memastikan keamanan dan performa kendaraan.
“Jangan langsung menyalakan kendaraan lalu berangkat. Sebaiknya kita lakukan pemeriksaan awal dulu supaya kendaraan kita tetap aman,” pungkasnya.(ant/lea/iss)
NOW ON AIR SSFM 100
