Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) menargetkan peluncuran wahana penjelajah Bulan bertenaga nuklir bernama PROMISE (Polar Rover for Observation, Mapping, and In-Situ Exploration) pada akhir 2028.
Wahana beroda enam itu dirancang untuk menjelajahi Kutub Selatan Bulan, memetakan permukaan dan bagian bawah tanah, serta mencari potensi sumber daya alam, termasuk es.
Misi PROMISE menjadi bagian dari strategi NASA membangun pangkalan permanen di Bulan atau Moon Base.
Wahana tersebut akan menjalankan misi selama 18 bulan untuk mengumpulkan data ilmiah dan mengidentifikasi lokasi yang berpotensi mendukung aktivitas manusia di masa mendatang.
Dalam laman resminya, NASA menyebut bahwa penggunaan tenaga nuklir memungkinkan PROMISE tetap beroperasi selama malam Bulan yang berlangsung panjang.
Teknologi ini juga memungkinkan wahana menjelajahi wilayah yang selalu berada dalam bayangan Matahari (permanently shadowed regions), yang diduga menyimpan cadangan es.
Keberadaan es menjadi salah satu aspek penting dalam rencana eksplorasi jangka panjang NASA.
Sumber daya tersebut berpotensi mendukung kebutuhan misi manusia, termasuk penyediaan air dan pengembangan infrastruktur di permukaan Bulan.
PROMISE akan dilengkapi sejumlah instrumen penelitian, antara lain bor untuk mengambil sampel regolit atau material permukaan Bulan hingga kedalaman sekitar satu meter.
Instrumen spektrometer juga akan digunakan untuk menganalisis komposisi kimia material, termasuk kandungan es dan sumber daya lainnya.
Selain itu, wahana tersebut membawa sensor suhu dan radiasi serta kamera cahaya tampak. NASA juga akan menguji sistem komputasi antariksa generasi terbaru yang tahan radiasi, High Performance Spaceflight Computing, beserta sensor dan algoritma otonom untuk mendukung pengoperasian wahana.
Pengembangan dan pengelolaan misi PROMISE akan dilakukan Jet Propulsion Laboratory (JPL) NASA di California Selatan, yang merupakan bagian dari California Institute of Technology (Caltech).
Menariknya, NASA akan memanfaatkan sejumlah komponen cadangan penerbangan dan model uji rekayasa dari wahana penjelajah Mars Curiosity dan Perseverance.
Penggunaan perangkat keras, perangkat lunak, serta pendekatan operasional yang telah teruji di Mars diharapkan dapat menekan biaya sekaligus mempercepat proses integrasi dan pengujian PROMISE.
NASA juga telah mengevaluasi kesesuaian perangkat tersebut dengan kondisi lingkungan Bulan. Hasilnya, komponen yang dipilih dinilai mampu menghadapi kondisi ekstrem di sekitar Kutub Selatan Bulan. (saf/ham)
NOW ON AIR SSFM 100

