Di antara kedua metode tersebut, lanjutnya, terapi menggunakan obat penurun berat badan memiliki peran penting, terutama bagi pasien yang dipengaruhi faktor genetik.
“Kan ada gap tuh tadi, di situlah tempatnya obat untuk menurunkan berat badan. Kalau dia menggunakan obat khusus, gen-nya tadi yang sudah terpola itu akan mengalami proses yang namanya epigenetic gene process, ini proses pembelajaran gen yang sudah terpola dalam tubuh seseorang sehingga dia akan berubah sifatnya. Itu kalau pakai obat bisa turun hingga 20 persen,” ujarnya.
Prof. Dante menambahkan, salah satu obat resep yang digunakan dalam terapi obesitas adalah tirzepatide. Obat tersebut bekerja melalui dua hormon incretin, yaitu GIP yang diproduksi sel K dan GLP-1 yang diproduksi sel L di usus.
Mekanisme tersebut membantu meningkatkan respons tubuh dalam mengendalikan nafsu makan, sekaligus memperbaiki profil lipid dan kadar gula darah.
“Karena itulah maka obesitas adalah penyakit, yang mesti dikelola dengan baik,” jelas Prof. Dante. (ant/saf/faz)

NOW ON AIR SSFM 100

