Selasa, 6 Januari 2026

Pengelola: Harga Tiket Museum Nasional Naik untuk Perawatan dan Pemeliharaan Koleksi

Laporan oleh Ika Suryani Syarief
Bagikan
Museum Nasional. Foto: Kemendikbud

Kepala Museum dan Cagar Budaya Indira Estiyanti Nurjadin menjelaskan bahwa pengelola menaikkan harga tiket masuk ke Museum Nasional Indonesia di Jakarta Pusat dalam upaya untuk meningkatkan perawatan dan pemeliharaan koleksi museum.

Keputusan pengelola untuk menaikkan harga tiket masuk ke Museum Nasional Indonesia bagi pengunjung dewasa dari Rp25.000 menjadi Rp50.000 mulai 1 Januari 2026 menjadi sorotan publik.

Saat dimintai konfirmasi di Jakarta pada Senin, Indira menyampaikan bahwa pengelola perlu menaikkan tarif masuk ke Museum Nasional Indonesia agar bisa melakukan upaya pemeliharaan koleksi sesuai standar.

“Penyesuaian tarif dilakukan agar Museum Nasional Indonesia dan koleksinya dapat terus dirawat sesuai standar pemeliharaan internasional serta tetap menjadi ruang yang nyaman dan bermakna bagi masyarakat,” katanya seperti dilaporkan Antara, Senin (5/1/2026).

Indira menyampaikan bahwa pengelola Museum Nasional Indonesia mengemban tugas untuk menjaga warisan arkeologi, sejarah, etnografi, dan numismatika Indonesia.

Sebagaimana pengelola museum yang lain, pengelola Museum Nasional Indonesia mengandalkan dana dari pemerintah, filantropi, dan tiket pengunjung untuk melakukan pemeliharaan koleksi dan memberikan pelayanan kepada publik.

Kementerian Kebudayaan sebagai penanggung jawab institusi Museum Cagar Budaya, termasuk Museum Nasional Indonesia, telah memutuskan menaikkan tarif tiket masuk museum mulai tahun 2026.

Namun demikian, kebijakan tarif khusus tetap diberlakukan bagi penyandang disabilitas, warga berusia di atas 60 tahun, serta pemegang KIP dan KIP Kuliah.

Dana dari penjualan tiket masuk ke museum digunakan untuk mendukung upaya pemeliharaan koleksi museum dan penyelenggaraan pelayanan bagi pengunjung museum.

Setelah menerima fosil koleksi Eugene Dubois yang dipulangkan dari Belanda ke Indonesia, Museum Nasional Indonesia dituntut untuk meningkatkan pemeliharaan koleksi guna mendukung peran museum sebagai pusat rujukan pengetahuan, penelitian, dan edukasi

Pengelola museum berencana mengadakan pameran khusus pada semester pertama tahun 2026 untuk menunjukkan koleksi fosil tersebut kepada publik.

Pameran imersif akan dirancang untuk menghadirkan pengalaman edukasi interaktif berbasis teknologi kepada pengunjung museum.

Dalam jangka panjang, pengelola Museum Nasional Indonesia akan melanjutkan renovasi enam ruang pamer yang terbakar pada tahun 2023. Perbaikannya akan dilakukan dengan dukungan dari pemerintah, swasta, dan publik.

Selain memamerkan dan memelihara koleksi, Museum Nasional Indonesia menyediakan sarana pendukung seperti taman, masjid, kantin, dan aula bagi pengunjung museum.(ant/iss)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Perpaduan Macet dan Banjir di Kawasan Banyuurip-Simo

Banjir Menggenangi Sidosermo 4

Kecelakaan Bus Vs Truk Gandeng di Jembatan Suramadu

Perpaduan Hujan dan Macet di Jalan Ahmad Yani

Surabaya
Selasa, 6 Januari 2026
33o
Kurs