Minggu, 11 Januari 2026

Psikolog Ungkap Peran Orang Tua dalam Mengubah Stigma Esports

Laporan oleh Muhammad Syafaruddin
Bagikan
Ilustrasi bermain gim esport MLBB. Foto: ESI Jatim

Samanta Elsener Psikolog Klinis Anak dan Keluarga menegaskan, tantangan utama orang tua saat ini bukan lagi melarang anak bermain gim, melainkan memahami dan mengelolanya secara bijak.

Menurut Samanta, teknologi dan gim telah menjadi bagian dari keseharian anak yang tidak bisa dihindari.

“Teknologi adalah realitas yang sudah ada di tangan anak-anak. Peran orang tua adalah memegang kendali kontrol. Saat anak bermain, kita wajib mendampingi—tidak harus selalu duduk di sebelahnya, tetapi kita harus paham dunia mereka, mengerti istilah yang digunakan, mengetahui dengan siapa mereka bermain, serta memantau durasi bermainnya,” ujar Samanta dalam keterangan resmi yang diterima suarasurabaya.net.

Dia menjelaskan, pendampingan aktif memberi ruang bagi orang tua untuk menanamkan nilai tanggung jawab dan disiplin. Pengaturan waktu bermain yang jelas dinilai mampu membantu anak mengembangkan pola pikir yang lebih terstruktur.

“Di balik aktivitas bermain, anak sebenarnya sedang mengasah kemampuan berpikir strategis, kepemimpinan, dan kekompakan tim,” katanya dalam talkshow di Surabaya, Sabtu (10/1/2026).

Selain aspek kognitif, dia juga menyoroti pentingnya pengelolaan emosi anak. Menurut Samanta, kekalahan dalam gim sering menjadi pemicu emosi yang perlu ditangani dengan pendekatan yang tepat. “Besarkan hati anak terlebih dahulu. Ajarkan mereka mengekspresikan emosi secara sehat dan beretika,” ucapnya.

Melalui pendekatan tersebut, Samanta menilai gim tidak lagi layak dipandang sebagai ancaman bagi pendidikan anak. Sebaliknya, dengan pendampingan yang konsisten, gim dapat menjadi media pembelajaran karakter, termasuk sportivitas, ketangguhan mental, dan kemampuan bersosialisasi.

Pesan ini menjadi bagian penting dalam MLBB Goes to School yang mendorong kolaborasi antara keluarga dan sekolah untuk mengubah stigma terhadap esports. Prinsip belajar dulu, baru mabar ditegaskan sebagai upaya menjaga keseimbangan antara kewajiban akademik dan minat anak di dunia digital.

Selain sesi diskusi, rangkaian MLBB Goes to School juga memberikan penghargaan kepada peserta dan guru pendamping yang dinilai aktif menunjukkan sikap positif, disiplin, dan sportivitas selama kegiatan berlangsung. Daftar lengkap penerima penghargaan Best of Roles dan MLBB Teacher Ambassador dapat disimak melalui akun media sosial resmi Instagram dan TikTok MLBB Teacher Ambassador. (saf/faz)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Banjir Menggenangi Sidosermo 4

Kecelakaan Bus Vs Truk Gandeng di Jembatan Suramadu

Surabaya
Minggu, 11 Januari 2026
28o
Kurs