Senin, 9 Februari 2026

Ragam Tradisi Imlek di Indonesia, dari Angpao hingga Barongsai

Laporan oleh Muhammad Syafaruddin
Bagikan
Barongsai keluar dari Klenteng Kong Miao dan berjalan di sepanjang jalan area Festival Pecinan TMII untuk menyapa pengunjung dalam rangka Tahun Baru Imlek 2025, Rabu (29/1/2025). Foto: Faiz Fadjarudin suarasurabaya.net

Indonesia dikenal sebagai negara multikultural dengan kekayaan tradisi yang diwariskan lintas generasi.

Salah satu tradisi yang terus lestari dan dirayakan secara luas adalah Tahun Baru Imlek, khususnya oleh masyarakat Tionghoa di berbagai daerah.

Perayaan Imlek bukan sekadar penanda pergantian tahun dalam kalender lunar, tetapi juga sarat nilai spiritual, filosofi hidup, dan kebersamaan keluarga.

Sejumlah tradisi dijalankan masyarakat Tionghoa di Tanah Air dirangkum oleh BINUS University sebagai bagian dari kekayaan budaya Imlek di Indonesia:

1. Bebersih Rumah Sebelum Imlek
Dalam rangka menyambut perayaan Imlek, masyarakat Tionghoa umumnya melakukan kegiatan bersih-bersih di rumah mereka sebelum Imlek berlangsung.

Alasannya, karena selama perayaan tahun baru Imlek dianggap tidak pantas untuk membersihkan rumah. Mereka percaya jika saat Imlek berlangsung, membersihkan rumah dapat menghilangkan keberuntungan di dalam rumah tersebut.

2. Perindah Rumah dengan Nuansa Imlek
Dekorasi rumah dalam tradisi Imlek umumnya didominasi warna merah yang menjadi warna simbolis Imlek. Namun, saat ini sebagian orang menambahkan warna lain yang melambangkan keberuntungan.

Dekorasi inilah yang menjadi bentuk kreativitas dan variasi dalam upaya menciptakan suasana meriah dan penuh makna dalam menyambut Tahun Baru Imlek.

3. Melindungi Rumah dari Roh Jahat dengan Gantungan Dewa-Dewi di Pintu
Akseksoris khas Imlek, mén shén, yang berasal dari Dinasti Tang berfungsi sebagai penjaga pintu atau dikenal sebagai ‘dewa pintu’. Menggantung aksesoris ini bertujuan untuk menangkal roh jahat dan memberikan perlindungan kepada anggota keluarga yang tinggal di dalam rumah. Dengan melestarikan tradisi gantungan dewa-dewi di pintu, masyarakat Tionghoa berharap dapat menciptakan lingkungan yang aman dan dilindungi di tengah perayaan Imlek.

4. Berkumpul Bersama Keluarga dalam Nuansa Merah
Berkumpul bersama keluarga dengan penampilan serba merah saat Imlek sudah menjadi tradisi khas di Indonesia. Umumnya, keluarga-keluarga ini memilih busana dengan nuansa merah untuk menciptakan kesan seragam. Momen ini memiliki tujuan utama untuk dalam Imlek, yakni mempererat tali persaudaraan di antara anggota keluarga.

5. Berbagi Angpao Sebagai Simbol Keberuntungan
Perayaan Imlek dianggap belum lengkap tanpa adanya tradisi ini. Angpao biasanya berisi sejumlah uang yang disimpan dalam amplop merah yang menjadi simbol kebaikan hati, kehangatan, dan kebersamaan dalam perayaan Imlek.

Namun, hanya anggota keluarga yang telah menikah yang dapat memberikan angpao kepada anak-anak dan saudara yang masih lajang. Karena menurut kepercayaan Tionghoa, pemberian angpao dari pria atau wanita lajang dapat membawa kesulitan dalam mencari pasangan hidup.

6. Sembahyang untuk Leluhur
Tradisi penting lainnya dalam perayaan Imlek di Indonesia adalah melakukan sembahyang untuk leluhur yang telah meninggal dunia. Kegiatan ini dilakukan di rumah menjelang perayaan Imlek.

Dalam sembahyang, dupa dan lilin dinyalakan, sementara persembahan makanan disajikan sebagai penghormatan kepada leluhur. Tradisi ini sebagai momen yang memperdalam makna perayaan Imlek dengan mempersembahkan doa dan rasa hormat kepada para leluhur yang telah berpulang.

7. Mengharapkan Hujan sebagai Berkah dari Langit
Perayaan tahun baru Imlek identik dengan harapan akan turunnya hujan. Masyarakat Tionghoa menganggap hujan sebagai tanda keberuntungan dan berkah yang akan mengiringi sepanjang tahun baru. Tradisi ini menegaskan hubungan erat antara spiritualitas, alam, dan harapan positif untuk masa depan.

8. Meriahkan Tahun Baru dengan Gemerlap Kembang Api
Menyalakan kembang api dan petasan untuk menghidupkan suasana saat malam tahun baru Cina tentunya mernjadi tradisi tak terpisahkan dari perayaan Imlek di Indonesia. Suara gemuruh yang dihasilkan oleh keduanya diyakini dapat mengusir Nian atau makhluk mitologis yang menimbulkan ketakutan. Sebab itulah kembang api dan petasan menjadi simbol perlindungan dan cara menyambut Tahun Baru dengan penuh semangat.

9. Mengusir Pertanda Buruk dengan Atraksi Barongsai
Atraksi yang sangat populer ini selalu dinantikan oleh masyarakat luas, tidak hanya mereka yang berdarah Tionghoa saja.

Tidak hanya menjadi simbol positivitas dan harapan untuk tahun yang baru, masyarakat Tionghoa juga mempercayai barongsai sebagai lambang kebahagiaan dan tariannya diyakini membawa keberuntungan serta memiliki kemampuan untuk mengusir roh-roh jahat.

10. Pawai Tatung di Singkawang
Perayaan spektakuler di Singkawang, Kalimantan Barat, dikenal dengan perayaan Imlek yang mendunia. Setiap tahunnya, perayaan di Singkawang menjadi destinasi yang ramai dikunjungi oleh wisatawan, baik dari dalam negeri maupun mancanegara.

Yang menjadi sorotan dalam perayaan ini adalah Pawai Tatung, sebuah atraksi menakjubkan dan ditambah dengan parade keliling kota.

Para tatung ini memakai pakaian merah dan wajah ditembus benda tajam yang dipercayai menjadi medium yang dimasuki roh leluhur mereka. Setelah melakukan atraksi, barulah mereka kembali ke keadaan semula.

Seremonial ini berlangsung hingga perayaan Cap Go Meh, yang dilaksanakan 15 hari setelah hari pertama Imlek.

11. Menikmati Kudapan Khas Imlek
Berbagai kudapan khas Imlek yang kaya akan makna pasti akan dihadirkan saat perayaan tahun baru Imlek. Saat berkumpul bersama keluarga, di atas meja pasti akan penuh dengan berbagai hidangan istimewa.

Beberapa kudapan khas Imlek seperti mie panjang umur, ikan, buah jeruk, kue keranjang, dumpling, dan lainnya, dipercaya membawa keberuntungan dan kemakmuran bagi mereka yang menyantapnya.

Tradisi yang tidak hanya memuaskan lidah ini juga menjadi simbol harapan akan kebahagiaan dan kelimpahan di tahun yang baru.

12. Menyantap Ikan dengan Kebijaksanaan
Dalam tradisi Imlek, terdapat aturan khusus untuk menyantap hidangan Ikan. Seperti larangan mengambil daging ikan dari bagian bawah saat ingin memakannya dan mewajibkan untuk menyisakan sebagian ikan yang disantap agar dapat dinikmati pada keesokan harinya.

Masyarakat Tionghoa menganggap aturan ini sebagai simbol kebijaksanaan untuk mengarungi tahun yang akan datang. Dengan mematuhi larangan ini, mereka berharap dapat membawa keberuntungan dan kemakmuran di masa yang akan datang.

13. Yu Sheng: Kudapan Istimewa untuk Meningkatkan Harapan
YuSheng merupakan hidangan istimewa yang mengandung beragam sayuran seperti timun, lobak, irisan kol, wortel, manisan jeruk, dan potongan daging ikan.

Yu Sheng disantap bersama di tengah meja keluarga dengan penyajian yang unik. Yu Sheng disatukan dan disajikan dalam piring besar, setelah itu setiap anggota keluarga berdiri mengelilingi hidangan sambil memegang sumpit.

Kemudian, secara bersama-sama mereka mengaduk isi piring dan mengangkatnya setinggi mungkin dengan sumpit. Dalam keyakinannya, semakin tinggi sumpit diangkat, semakin besar pula peluang agar harapan-harapan di tahun baru terwujud. Tradisi ini menunjukkan momen kebersamaan dan optimisme dalam perayaan Imlek. (mun/saf/iss)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Banjir Menggenangi Sidosermo 4

Kecelakaan Bus Vs Truk Gandeng di Jembatan Suramadu

Surabaya
Senin, 9 Februari 2026
27o
Kurs