Karena itu, orang tua perlu membangun komunikasi yang terbuka agar anak merasa aman menceritakan pengalaman mereka.
Anak dapat diarahkan untuk berbicara dengan orang tua, guru, konselor, atau orang dewasa lain yang dipercaya ketika menghadapi masalah di internet.
Selain itu, orang tua dapat mengajak anak untuk lebih peduli terhadap teman yang mungkin mengalami perundungan daring. Menanyakan kabar dan memberikan dukungan dapat membantu teman merasa tidak sendirian.
4. Perhatikan perubahan perilaku dan kebiasaan anak
Perubahan perilaku dapat menjadi tanda bahwa anak sedang menghadapi masalah, termasuk dalam interaksi digitalnya.
Orang tua perlu memperhatikan apabila anak tiba-tiba menjauh dari teman atau gim yang biasanya disukai, mengalami perubahan suasana hati yang mencolok, atau kerap mengungkapkan perasaan putus asa.
NOW ON AIR SSFM 100

