Sabtu, 10 Oktober 2026

Roblox Bagikan 5 Cara Orang Tua Melindungi Kesehatan Mental Anak saat Bermain Gim Online

Laporan oleh Muhammad Syafaruddin
Bagikan
Ilustrasi permainan Roblox. Foto: Tech Crunch

Roblox membagikan lima kiat bagi orang tua untuk menjaga keamanan digital sekaligus kesehatan mental anak saat bermain gim online.

Langkah ini disampaikan bertepatan dengan peringatan Hari Kesehatan Mental Sedunia pada 10 Oktober, yang menjadi momentum untuk meningkatkan kepedulian terhadap kesejahteraan psikologis, termasuk di lingkungan digital.

Keterlibatan orang tua dinilai penting untuk membantu anak menghadapi berbagai risiko di internet, mulai dari perundungan siber, interaksi yang tidak pantas, hingga kebiasaan bermain yang mengganggu aktivitas sehari-hari.

Elizabeth Milovidov Senior Director of Global Parental Advocacy Roblox mengatakan, pendampingan orang tua dapat membuka ruang komunikasi sekaligus membantu anak membangun pengalaman bermain yang lebih positif.

“Ketika orang tua meluangkan waktu untuk duduk bersama anak dan bertanya tentang apa yang sedang mereka lakukan di gim, sesuatu yang menarik bisa terjadi. Anak tidak lagi hanya menjadi pemain, tetapi juga bisa menjadi guru, kreator, maupun pencerita,” kata Elizabeth dilansir dari Antara, Sabtu (10/10/2026).

Menurutnya, pengalaman bermain bersama keluarga dapat menjadi awal percakapan mengenai aktivitas anak di dunia digital sekaligus membangun kedekatan antara orang tua dan anak.

Berikut lima kiat yang dapat diterapkan orang tua untuk mendampingi anak agar tetap aman dan menjaga kesehatan mental saat beraktivitas di ruang digital.

1. Ajarkan anak berani menghentikan interaksi yang tidak nyaman
Anak perlu memahami bahwa mereka tidak harus melanjutkan percakapan atau interaksi yang membuat tidak nyaman ketika bermain gim daring.

Orang tua dapat mengajarkan anak untuk meninggalkan percakapan, membisukan notifikasi atau pemain lain, memblokir akun yang mengganggu, maupun berhenti bermain jika situasi dirasa tidak aman.

Penting bagi anak untuk mengetahui bahwa mereka berhak menetapkan batasan dalam interaksi digital.

Orang tua juga perlu meyakinkan anak bahwa mereka tidak akan disalahkan ketika bercerita tentang pengalaman buruk di internet.

2. Simpan bukti dan laporkan perundungan siber
Jika anak mengalami perundungan, pelecehan, atau menemukan perilaku yang tidak pantas, orang tua dapat membantu mendokumentasikan kejadian tersebut.

Bukti yang dapat disimpan antara lain tangkapan layar, riwayat percakapan, atau informasi akun yang terlibat. Selanjutnya, gunakan fitur pelaporan yang tersedia di platform agar kejadian tersebut dapat ditindaklanjuti.

Pendampingan orang tua diperlukan agar anak mengetahui langkah yang harus dilakukan ketika menghadapi masalah, bukan sekadar mengabaikan atau menanggungnya sendiri.

3. Pastikan anak tahu kepada siapa harus bercerita
Perundungan di dunia maya dapat terasa lebih berat ketika anak merasa tidak memiliki tempat untuk mencari bantuan.

Karena itu, orang tua perlu membangun komunikasi yang terbuka agar anak merasa aman menceritakan pengalaman mereka.

Anak dapat diarahkan untuk berbicara dengan orang tua, guru, konselor, atau orang dewasa lain yang dipercaya ketika menghadapi masalah di internet.

Selain itu, orang tua dapat mengajak anak untuk lebih peduli terhadap teman yang mungkin mengalami perundungan daring. Menanyakan kabar dan memberikan dukungan dapat membantu teman merasa tidak sendirian.

4. Perhatikan perubahan perilaku dan kebiasaan anak
Perubahan perilaku dapat menjadi tanda bahwa anak sedang menghadapi masalah, termasuk dalam interaksi digitalnya.

Orang tua perlu memperhatikan apabila anak tiba-tiba menjauh dari teman atau gim yang biasanya disukai, mengalami perubahan suasana hati yang mencolok, atau kerap mengungkapkan perasaan putus asa.

Kebiasaan bermain yang berlebihan hingga mengganggu waktu tidur juga perlu menjadi perhatian.

Perubahan tersebut tidak selalu berarti anak mengalami gangguan kesehatan mental. Namun, jika berlangsung terus-menerus atau memengaruhi aktivitas sehari-hari, orang tua sebaiknya mengajak anak berbicara dan mempertimbangkan bantuan profesional apabila diperlukan.

5. Ingatkan anak untuk menjaga informasi pribadi
Keamanan digital juga berkaitan dengan kemampuan anak melindungi data pribadi. Orang tua perlu mengingatkan anak agar tidak sembarangan membagikan nama lengkap, alamat rumah, lokasi sekolah, kata sandi akun, maupun informasi keuangan kepada orang lain di internet.

Anak juga perlu memahami bahwa orang yang dikenal melalui gim daring belum tentu dapat dipercaya sepenuhnya.

Dengan membiasakan anak menjaga informasi pribadi, orang tua dapat membantu mengurangi risiko penyalahgunaan data, penipuan, dan bentuk ancaman digital lainnya.

Selain membagikan kiat pendampingan, Roblox menyebut sejumlah fitur yang dapat dimanfaatkan orang tua untuk membantu mengatur pengalaman bermain anak di platform tersebut.

Pertama, Roblox Parental Controls. Melalui akun yang ditautkan, orang tua dapat mengelola pengaturan komunikasi, melihat daftar teman anak, mengatur batasan kematangan konten, memblokir gim tertentu, serta menetapkan batas pengeluaran.

Kedua, Family Zone dan Co-Play. Fitur ini mendukung orang tua untuk mengeksplorasi dan bermain bersama anak. Aktivitas tersebut dapat dimanfaatkan untuk membicarakan etika berinternet, batasan interaksi, serta pentingnya menghormati orang lain di ruang digital.

Ketiga, Teen Well-Being Tools. Perangkat pendampingan ini menyediakan panduan interaktif dan materi percakapan bagi orang tua dan remaja untuk membahas batasan waktu layar serta membangun kebiasaan digital yang lebih sehat.

Melalui kombinasi komunikasi terbuka, pengawasan yang sesuai, dan pemanfaatan fitur keamanan, orang tua diharapkan dapat membantu anak menikmati aktivitas digital secara lebih aman. (ant/saf/iss)

Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Cuaca di Pos Pantau Gunung Merapi Cerah

Posisi Mobil Tersangkut di Viaduk dari Belakang

Tersangkut di Bawah Viaduk Gubeng

Kecelakaan Beruntun di Tol Waru Arah Perak

Surabaya
Sabtu, 10 Oktober 2026
29o
Kurs