Kamis, 26 Maret 2026

Sering Menyesal sesudah Belanja Online? Ini Cara Mencegahnya

Laporan oleh Risky Pratama
Bagikan
Ilustrasi - Seseorang melakukan pembelanjaan secara online. Foto: iStock

Di era digital, aktivitas belanja online tidak lagi membutuhkan banyak pertimbangan. Konsumen dapat membeli berbagai produk kapan saja dan di mana saja hanya melalui genggaman tangan.

Namun, kemudahan akses e-commerce dapat memicu pembelian impulsif (impulsive buying) yang menjadi penyebab utama penyesalan usai melakukan transaksi online.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan Charles & Immanuel (2025), ada beberapa faktor yang membuat seseorang melakukan pembelian impulsif, yaitu Fear of Missing Out (FOMO) atau rasa takut ketinggalan tren maupun promo, dan faktor materialisme yang mendorong seseorang cenderung merasa lebih bahagia ketika memiliki barang baru.

Kombinasi itu membuat konsumen melakukan belanja online secara impulsif, yang pada akhirnya berujung pada penyesalan. Setelah euforia pembelian hilang, konsumen mulai mempertanyakan keputusan mereka.

Namun, penyesalan dapat dicegah dengan beberapa cara. Berikut beberapa strategi yang bisa dilakukan sebagai konsumen untuk meminimalisir penyesalan dan efek jangka panjang yang buruk:

1. Memberi Jeda Sebelum Belanja Online
Setelah melakukan transaksi online, beri jeda sedikitnya 24 jam sebelum membeli barang baru.

Jeda tersebut akan membantu Anda mengurangi rasa penyesalan dalam melakukan pembelanjaan online. Setelah emosi stabil, Anda bisa mempertimbangkan kembali apakah barang yang ingin Anda beli benar-benar dibutuhkan atau tidak.

2. Membedakan Kebutuhan dan Keinginan
Sebelum beli selalu bertanya ke diri sendiri apakah barang yang ingin dibeli itu kebutuhan atau hanya keinginan sesaat? Pertanyakan juga dampak jangka panjang sebelum membeli barang tersebut.

Jika tidak ada dampak signifikan dalam waktu dekat maupun jangka panjang, berarti menandakan bahwa itu hanya pembelian yang tidak berencana dan spontan.

3. Menghindari Trigger FOMO
Strategi pemasaran seperti diskon besar, countdown timer, atau notifikasi stok terbatas sering kali dirancang untuk menciptakan rasa takut ketinggalan (FOMO).

Kondisi itu mendorong konsumen untuk mengambil keputusan secara cepat tanpa pertimbangan matang. Oleh karena itu, penting untuk menyadari bahwa urgensi tersebut sering kali bersifat buatan dan bukan kebutuhan yang mendesak.

4. Membuat Wishlist
Sebelum membeli barang baru, konsumen dapat memasukkan produk ke dalam wishlist atau keranjang terlebih dahulu.

Cara itu akan memberikan waktu untuk mempertimbangkan kembali keputusan pembelian. Jika setelah beberapa waktu produk tersebut masih diinginkan, maka kemungkinan pembelian tersebut lebih rasional dan terencana.

5. Menetapkan Anggaran
Menentukan batas anggaran untuk belanja online dapat membantu mengontrol pengeluaran dan mengurangi potensi penyesalan.

Dengan adanya batasan, kita sebagai konsumen tetap dapat menikmati aktivitas belanja sebagai bentuk self-reward, namun tetap dalam kendali finansial yang sehat. Hal ini juga membantu menghindari pembelian berlebihan yang tidak direncanakan.

Clivyne Eugenia Charles Mahasiswa Akhir International Business Management Regular Class IBM RC Universitas Ciputra (UC) Surabaya dalam penelitiannya mengatakan bahwa fenomena tersebut tidak mengatal batasan gender.

Laki-laki maupun perempuan sama-sama rentan terhadap pengaruh strategi pemasaran digital, seperti diskon besar, batas waktu promo, hingga notifikasi stok terbatas yang memicu rasa urgensi.

“Dengan hanya beberapa klik, orang bisa langsung membeli barang tanpa pertimbangan matang. Ini yang sering memicu penyesalan setelahnya,” ujarnya.

Jika tidak disadari, penyesalan akibat belanja impulsif dapat berdampak pada kondisi psikologis maupun keuangan dalam jangka panjang.

“Belanja online seharusnya tidak hanya soal kecepatan checkout, tetapi juga tentang kesadaran dalam mengambil keputusan,” ucapnya.

Dalam hal ini, bersikap bijak menjadi hal penting untuk mengambil keputusan, karena dengan memahami pola perilaku dan faktor psikologis yang memengaruhi, seseorang bisa menghindari penyesalan dan mencapai kepuasan yang lebih berkelanjutan dalam berbelanja.(ily/ris/rid)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Rusunawa Sombo Surabaya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Banjir Menggenangi Sidosermo 4

Surabaya
Kamis, 26 Maret 2026
25o
Kurs