Sebuah penelitian dari Universitas Surrey di Inggris, menyatakan bahwa konsumsi makanan yang mengandung gula sejak usia dini akan berpengaruh pada kesehatan mental seperti adanya kecemasan di kemudian hari.
“Kami secara khusus tertarik untuk memahami apakah konsumsi gula pada masa awal kehidupan dapat berkontribusi terhadap munculnya masalah kesehatan mental seperti depresi dan kecemasan di kemudian hari,” ujar Dr. Hana Navratilova penulis utama studi tersebut yang dikutip Antara, Minggu (4/10/2026)
Penelitian itu berisi data medis lebih dari 45.000 peserta UK Biobank, yang menemukan bahwa paparan gula selama 1.000 hari pertama kehidupan akan mengakibatkan anak rentan terkena kecemasan saat dewasa.
Mereka juga menemukan bahwa asupan gula sejak dini berdampak signifikan terhadap perkembangan otak pada 11 dari 80 wilayah otak yang diteliti.
Peserta dibagi ke dalam beberapa kelompok berdasarkan pembatasan konsumsi gula sejak dalam kandungan hingga usia enam, 12, 18, dan 24 bulan, serta kelompok yang hanya mengalami pembatasan gula selama berada di dalam kandungan.
Risiko mengalami kecemasan paling rendah ditemukan pada mereka yang tidak mengalami paparan gula secara signifikan sejak dalam kandungan, sampai dua tahun pertama kehidupan. Sementara perempuan yang tidak mengalami pembatasan jumlah gula yang dikonsumsi pada usia dini, juga diketahui lebih mungkin terkena kecemasan saat dewasa.
Paparan gula juga berakibat memengaruhi pola makan dalam jangka panjang. Mereka yang paling lama tidak terpapar gula, yakni sejak dalam kandungan hingga usia 24 bulan, melaporkan memiliki preferensi yang lebih rendah terhadap makanan manis saat dewasa.
“Meski konsumsi gula meningkat setelah pembatasan tersebut berakhir, lingkungan nutrisi pada masa awal kehidupan tampaknya tetap memiliki relevansi jangka panjang terhadap kesehatan mental,” kata Prof. Nophar Geifman.
Faktor yang memengaruhi data penelitian tersebut adalah periode kelahiran para peserta. Mereka lahir antara 1951 dan 1956, ketika pembatasan konsumsi gula pascaperang di Inggris masih diberlakukan hingga kemudian dihentikan secara bertahap.
Menurut Geifman, periode tersebut menjadi unik karena “begitu banyak orang tidak memiliki kelebihan gula dalam pola makan mereka, kemudian konsumsi gula secara perlahan mulai meningkat dalam jangka waktu yang panjang.”
Sejumlah organisasi kesehatan utama, termasuk Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA) serta Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan Amerika Serikat (HHS), merekomendasikan agar anak-anak mengonsumsi kurang dari 25 gram gula per hari.
Meskipun begitu, masih banyak orang yang mengonsumsi gula dengan banyak sekitar 68 hingga 81 gram per hari, seperti dengan makan kukis, es krim, minuman berpemanis, dan makanan lainnya. Pemanis buatan memiliki pengaruh yang paling besar kemungkinan terkena masalah kesehatan mental. (ant/fia/bil)

NOW ON AIR SSFM 100

