Menjelang libur lebaran, sebagian besar akan berbondong-bodong pulang ke kampung halamannya. Tak jarang masyarakat memilih pergi menggunakan kendaraan pribadi sebagai moda transportasi.
Julian Johan, seorang pembalap reli Indonesia, mengingatkan pemudik untuk mengecek kondisi komponen-komponen kendaraan, salah satu yang terpenting adalah ban.
“Karena ban ini menjadi salah satu faktor yang menentukan, apakah akan bisa berjalan dengan lancar atau enggak. Karena tidak sedikit orang mudik terkendala karena masalah ban,” ujar Jeje sapaan akrabnya pada Selasa (3/3/2026).
Penting untuk melakukan pemeriksaan dan perawatan ban guna memastikan kondisinya baik dan dapat digunakan untuk berkendara jarak jauh sebelum melakukan perjalanan mudik.
“Banyak orang saat mau mudik itu bannya terlihat masih baik, tapi tekanan anginnya kurang atau bahkan yang lebih sering lebih,” ucapnya, dilansir dari Antara.
Ia juga menyebutkan kondisi ban belum tentu baik-baik saja.
“Sebenarnya ban itu belum tentu kondisinya masih sehat, kalau misalnya selama ini tekanan angin kita itu tidak sesuai (aturan pabrikan),” tukas Jeje.
Menurutnya, mengurangi atau melebihkan tekanan udara ban sehingga tekanannya tidak sesuai dengan aturan pabrikan dapat menimbulkan risiko selama perjalanan.
“Itu yang berisiko, mobil itu lebih mudah lepas kendali atau melintir, terutama saat hujan, ditambah dengan kondisi muatan yang penuh seperti itu. Jadi, bagaimanapun juga tekanan angin itu tidak boleh berlebih,” jelasnya.
Tekanan angin yang kurang juga dapat memicu peledakan ban mobil akibat kelebihan muatan mobil.
“Tekanan anginnya kurang itu akibat mobilnya overload, baik secara penumpang ataupun secara barang. Tekanan angin yang kurang itu yang berpotensi ban meledakJadi ban meledak itu bukan karena anginnya kelebihan, tapi karena anginnya kurang. Jadi ban meledak itu bukan karena anginnya kelebihan, tapi karena anginnya kurang,” tuturnya. (ant/vve/saf/ipg)
NOW ON AIR SSFM 100
