Menjelang mudik Lebaran 2026, perjalanan menggunakan kendaraan pribadi memerlukan persiapan ekstra.
Jusri Pulubuhu pakar keselamatan jalan dari Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) menekankan pentingnya antisipasi terkait waktu tempuh, kondisi fisik, dan muatan kendaraan.
“Karakter perjalanan mudik di Indonesia biasanya meliputi durasi perjalanan yang panjang, tingkat kelelahan, dan bawaan barang yang berlebih,” ujar Jusri dilansir dari Antara pada Rabu (11/3/2026).
Menurut Jusri, perjalanan dari Jakarta menuju wilayah Jawa Tengah maupun Jawa Timur cenderung memakan waktu lebih lama dibanding hari biasa. Sebagai contoh, perjalanan Jakarta–Semarang yang biasanya hanya 6–7 jam, bisa meningkat hingga 12 jam saat musim mudik.
“Perjalanan panjang ini tidak hanya melelahkan pengemudi, tapi juga penumpang, terutama mereka yang sedang berpuasa,” lanjutnya.
Jusri menegaskan bahwa kelelahan merupakan faktor risiko serius yang tidak boleh diabaikan.
Untuk menjaga kesehatan dan kebugaran selama perjalanan, pemudik disarankan menyiapkan kondisi fisik sebelumnya serta menyusun jadwal istirahat yang cukup.
Selain itu, kebiasaan membawa barang bawaan berlebihan juga menjadi perhatian. Jusri mengingatkan, “Muatan berlebih dapat merusak kendaraan dan meningkatkan konsumsi bahan bakar. Pastikan barang bawaan tidak melebihi kapasitas kendaraan.”
Berdasarkan perkiraan Kementerian Perhubungan, sekitar 143,9 juta orang akan melakukan perjalanan selama mudik Lebaran 2026. Sementara itu, Kepolisian Republik Indonesia memprediksi arus mudik Idul Fitri 1447 Hijriah/2026 akan mencapai puncaknya pada 14–15 Maret dan 18–19 Maret.
Dengan persiapan matang dan pengaturan istirahat yang tepat, perjalanan mudik dengan kendaraan pribadi bisa tetap aman dan nyaman, meski menghadapi padatnya arus lalu lintas. (ant/mar/saf/ipg)
NOW ON AIR SSFM 100
