Sabtu, 17 Oktober 2026

Batu Alam vs Emas Permata di Jewelry Exhibition

Laporan oleh Lailia Priyantiningtiyas
Bagikan

Batu-batu alam dari Banjarmasin, Kalimantan Selatan dan beberapa daerah Kalimantan lainnya, ikut meramaikan Jewelry Exhibition yang diadakan 13-16 September di hotel Shangri-La Surabaya.

Kalung, gelang, cincin, anting, liontin dan bros tertata dengan apik di dalam etalase dagangan RIZAL. Pria asli Banjarmasin ini sudah 12 tahun berbisnis batu-batuan.

“Batu-batu ini dari Martapura Banjarmasin. Bahan-bahannya dari emas, perak dan batu alam. Harga yang saya tawarkan berkisar Rp 100-jutaan,” jelas RIZAL ketika ditemui suarasurabaya.net, Kamis (13/09).

RIZAL yang mempunyai toko di Jakarta dan Banjarmasin ini, mempunyai desain sendiri untuk membuat perhiasannya.”Kadang ya dari majalah,” katanya.

Waktu pembuatan yang dibutuhkan untuk membuat satu jenis perhiasan terkadang sampai 2 minggu. Tergantung dari bentuk dan tingkat kesulitannya.”kalau ada yang pesan dan bahnnya lagi sulit, biasanya kami minta tambahan waktu pembuatan,” kata RIZAL.

Hal yang sama juga diungkapkan YUNITA. YUNITA dan 2 orang temannya tergabung dalam RIN (RIA, IRA dan NITA) Stone and Bead Accessories. Kadang kesulitan yang dialami jika ada pesanan tapi bahan-bahan tidak bisa didaptkan.

“Antusias masyarakat Surabaya cukup bagus, saat ini tren yang digemari yang simpel. Kalau kalung ya hanya satu lingkar saja,” jelas NITA.

Bahan-bahan aksesoris RIN berasal dari Kalimantan, Jakarta, Cina dan bangkok. Dengan harga Rp 100-1 juta, aksesoris RIN banyak diminati pengunjung.(tys/ipg)

Teks Foto :
1. Ragam aksesoris yang berada di etalase RIZAL.
2. Produk RIN yang juga bekerja sama dengan Dekranasda Jatim.
Foto: TIYAS suarasurabaya.net

Bagikan
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Truk Muat Kol Terguling

Exit Tol Waru Awal Pekan

Mobil Tabrak Bangunan Semi Permanen

Cuaca di Pos Pantau Gunung Merapi Cerah

Surabaya
Sabtu, 17 Oktober 2026
26o
Kurs