Sabtu, 17 Oktober 2026
Pengamat Energi

Tahun 2016, Nuklir Pilihan Terakhir Pembangkit Listrik

Laporan oleh Noer Soetantini
Bagikan

Tahun 2016 pilihan menggunakan nuklir untuk tenaga pembangkit listrik akan masuk. Ini disebabkan pasokan gas kian menipis dan last choice. Demikian pendapat SYARIFFUDDIN MAHMUDSYAH Kepala Pusat Energi, Rekayasa Industri dan Ilmu Dasar ITS dalam Business Gathering Suara Surabaya, Sabtu (28/07).

Selain pasokan gas kian menipis, ungkap SYARIFFUDDIN, tingkat keselamatan PLTN (Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir) bisa meyakinkan. Tingkat keselamatan PLTN bisa belajar dari gempa 6,7 SR yang melanda Jepang 18 Juli lalu. Proyek PLTN tidak menimbulkan kekuatiran kebocoran. Begitu pula PLTN di Rusia saat terkena gempa 8 SR dimana kotanya hancur tapi PLTN selamat.

Pemakaian PLTN di dunia, kata SYARIFFUDDIN, sudah mencapai 26%. Korea Selatan maju dengan nuklirnya. Setuju atau tidak, PLTN adalah peniscayaan. Apakah kita baru siap setelah pasokan gas habis atau menghabiskan dulu energi untuk menggelar seminar tanpa ada kepastian pilihan.

Untuk saat ini, SYARIFFUDDIN menjelaskan, Indonesia mengandalkan pembangunan proyek Paiton baru berkapasitas 2 kali 690 megawatt, Tanjung Awar Awar Tuban 2 kali 300 megawatt dan Pantai Selatan di Pacitan 2 kali 300 megawatt. Di Pacitan sendiri masih ada kendala mengingat proyek dibangun di daerah rawan gempa.

Dengan proyek 10 ribu megawatt tersebut, menurut SYARIFFUDDIN, tingkat rasio kelistrikan Indonesia masih dibawah 60%. Penggunaan bahan bakar batubara untuk pembangkit listrik juga ada masalah. Walhi menentang karena polusi.

Ini dilema tenaga kelistrikna di Indonesia. Tapi bisa belajar dari Cina bahwa membangun PLTA 3 ngarai dengan kapasitas 18 ribu megawatt. Berikut penjeasan SYARIFFUDDIN, {clip*1}.

Migrasi BBM ke gas dan batubara, kata SYARIFFUDDIN, butuh waktu sekitar 20-24 bulan. Kalau dimulai saat ini berarti baru siap pada 2009-2010. (tin)

Teks foto :
– SYARIFFUDDIN MAHMUDSYAH
Foto : TITIN suarasurabaya.net

Bagikan

Potret NetterSelengkapnya

Truk Muat Kol Terguling

Exit Tol Waru Awal Pekan

Mobil Tabrak Bangunan Semi Permanen

Cuaca di Pos Pantau Gunung Merapi Cerah

Surabaya
Sabtu, 17 Oktober 2026
29o
Kurs