Kebutuhan gas Jawa Timur sampai tahun 2020 diperkirakan sebesar 620 MMCFD (Million Cubic Feet per Day). Kebutuhan tersebut dipenuhi lima KKS (Kontraktor Kerjasama).
Dari potensi gas yang ada di Jawa Timur, sebut I MADE SUTARYA SH Mhum Kepala Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Jawa Timur dalam Business Gathering tentang Potensi ESDM di Suara Surabaya Media, Sabtu (28/07), sebesar 882 MMCFD.
Namun dengan kebutuhan gas sebesar 620 MMCFD, menurut SUTARYA, saat ini baru bisa terpenuhi 293 MMCFD. Kebutuhan gas tersebut dipasok dari Asmerada Hess yang ada di Ujung Pangkah Gresik dengan produksi 60 MMCFD, Kodeco 103 MMCFD untuk pasokan ke PJB.
EMP Kangean memproduksi 40-43 MMCFD untuk memasok Petrokimia Gresik. “Sebenarnya untuk Kodeco produksi bisa dimaksimalkan hingga 60 MMCFD dan EMP Kangean 200 MMCFD. Hanya saja karena EMP Kangeran terbentur jaringan pipa gas di Porong yang disalurkan ke Pagerungan terhambat akibat lumpur, tidak bisa memasok keseluruhan,”paparnya.
KKS lainnya, kata SUTARYA, Santos dengan produksinya 60 MMCFD yang seharusnya bisa men-deliver 100 MMCFD. Karena Santos dan EMP Kangean satu pipa di Sidoarjo, belum bisa dimanfaatkan semaksimal mungkin. Gas dari Santos ini untuk kebutuhan PGN (Perusahaan Gas Negara). Sementara Lapindo produksinya tinggal 15 MMCFD, padahal sebelumnya 26 MMCFD.
Untuk mencapai potensi gas yang ada di Jawa Timur, SUTARYA menegaskan, ada tiga solusi yang bisa dilaksanakan. Solusi tersebut, memperbaiki infrastruktur jaringan pipa sehingga produksi EMP Kangean dan Santos bisa maksimal, meminta Exxon tidak hanya mengeksplorasi oil tapi juga mengolah gas dan melakukan reka energi LNG (Liquefied Natural Gas). Tiga solusi tersebut, tambah SUTARYA, sudah disampaikan ke Asisten Menteri Perekonomian. (tin)
Teks foto :
– I MADE SUTARYA
Foto : TITIN suarasurabaya.net
NOW ON AIR SSFM 100

