Minggu, 18 Oktober 2026
Tahun 2010

Jawa Timur Butuh Investasi Rp 162,1 Trilyun

Laporan oleh Noer Soetantini
Bagikan

Kebutuhan investasi di Jawa Timur sampai 2010 sebesar Rp 162,1 trilyun. Saat ini kebutuhan investasi mencapai Rp 120,71 trilyun.

Drs.SAPARI RANUWIDJAJA MSC Kepala Badan Penanaman Modal (BPM) Pemprop Jawa Timur usai seminar nasional UU No.25/2007 tentang Penanaman Modal, Selasa (10/07), mengatakan, kebutuhan investasi pada 2010 disesuaikan dengan pertumbuhan ekonomi 6,7%.

Mengenai kinerja realisasi investasi di Jawa Timur, SAPARI menjelaskan, sampai Maret 2007 dari 1443 perusahaan PMDN terdapat 58 perusahaan PMDN yang investasinya mengalami pertumbuhan yakni Rp 698.530 juta atau Rp 0,698 trilyun. Sedangkan PMA dari 1.103 perusahaan terdapat 94 PMA yang investasinya mengalami pertumbuhan sebesar Rp 2,166 trilyun.

“Jadi total realisasi investasi Januari sampai Maret 2007 dari PMA dan PMDN mencapai 2,864 trilyun. Kita terus berupaya meningkatkan investasi dari sektor swasta baik dari PMDN seperti UMKM/Koperasi, PMA, masyarakat (rumah tangga), obligasi, pembelian saham di pasar modal maupun deposito,”paparnya.

Sementara Dr.WILOPO SE Ketua Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Jawa Timur menilai realita perekonomian domestik saat ini belum membaik. Ini berdasarkan iklim usaha keseluruhan belum membaik, daya saing masih rendah, investasi baru di sektor riil khususnya manufaktur masih rendah dan jumlah pengangguran semakin banyak.

Tantangan yang dihadapi Indonesia saat ini, kata WILOPO, dari sisi eksternal seperti negara-negara Asia lainnya sebagai tujuan investasi dengan berbagai insentif yang ditawarkan bagi PMA dan sisi internal. “Masih banyak persoalan internal yang mengganggu iklim investasi dalam berbagai aspek. Mulai perijinan, pajak, retribusi, infrastruktur, pungutan liar dan korupsi, masalah perburuhan dan keamanan berusaha,”tukasnya.

Persoalan investasi, tambah WILOPO, sebenarnya tidak hanya masalah ijin investasi dan tidak bisa diselesaikan BKPM maupun BKPMD saja. Koordinasi antar departemen dan instansi lain mutlak dilakukan. Promosi investasi harus sejalan dengan strategi pembangunan ekonomi. (tin)

Bagikan

Potret NetterSelengkapnya

Truk Muat Kol Terguling

Exit Tol Waru Awal Pekan

Mobil Tabrak Bangunan Semi Permanen

Cuaca di Pos Pantau Gunung Merapi Cerah

Surabaya
Minggu, 18 Oktober 2026
27o
Kurs