Pemerintah Hong Kong dalam membangun perekonomiannya sejak lepas dari Cina per 1 Juli 1997, terlihat sangat agresif. Kesuksesan dari dua prinsip “One Country, Two Systems” yang dimiliki, mampu menarik investor baik lokal maupun asing ikut membangun negara berpenduduk 50 juta itu.
Pemerintah Hong Kong tidak perlu mengeluarkan dana sendiri untuk mengembangkan potensi bisnis yang ada. Misalnya, di sektor transportasi udara, justru Swier Group yang berpusat di London mampu mengembangkan bisnis Cathay Pacific Airways di Hong Kong. Bahkan maskapai penerbangan sampai saat ini tetap menjadi simbol kebanggaan Pemerintah Hong Kong dan mendominasi 40% trafik penerbangan di Hong Kong International Airport.
Di sektor transportasi darat, mulai MTR (Mass Transit Railway) hingga Airport Express Trains, pemerintah menyerahkan sepenuhnya pada pihak swasta. Pemerintah lebih terfokus pada pembenahan infrastruktur jalan dan sarana pendukung kegiatan bisnis yang ada di Hong Kong.
Di sektor pariwisata, Pemerintah Hong Kong berhasil menarik pihak swasta mengembangkan dua obyek wisata berskala internasional yakni Disneyland Hong Kong (beroperasi September 2005) dan Ngong Ping 360 (beroperasi September 2006). Jutaan pengunjung per bulan di dua lokasi mampu menambah pendapatan negara dan meningkatkan image Hong Kong sebagai surga wisata.
Tung Chung Cable Car
Dua obyek wisata tersebut menawarkan suasana yang berbeda dan masing-masing memiliki keunikan tersendiri. Misalnya, obyek wisata Ngong Ping 360, para turis akan mendapatkan pengalaman istimewa saat naik cable car dari Ngong Ping Skyrail Tung Chung Terminal sampai Ngong Ping Village.
Seluruh kota Hong Kong akan tercover dengan cable car selama 25 menit, mulai kawasan bandara udara, laut Cina Selatan dan Pulau Lantau –pulau terbesar di Hong Kong. Sebanyak 109 kabin cable car melintas di kabel yang panjangnya 5,7 km. Setibanya di Ngong Ping Village, beragam atraksi mulai sejarah the Cina, pertunjukan Monkey’s Tale hingga mendaki tangga menuju Tian Tan patung Budha di Po Lin Monastery.
Menurut MANDY CHAN Assistant Public Relations & Communications Manager Skyrail-ITM Ltd pada suarasurabaya.net, sebelum dibangun sarana Cable Car, untuk menuju Ngong Ping Village membutuhkan waktu sekitar 2 jam karena harus memutari kawasan perbukitan. Dengan cable car, cukup 25 menit sampai ditambah nuansa Hong Kong di siang hari.
MANDY menjelaskan Ngong Ping 360 menjadi obyek wisata baru yang banyak diminati turis termasuk masyarakat dari daratan Cina. Selama setengah tahun beroperasi –per Maret 2007—jumlah pengunjung Ngong Ping 360 sebanyak 1 juta orang.
Saat hari buruh 1 Mei 2007, kata MANDY, Ngong Ping 360 dikunjungi 10 ribu buruh dari Cina. Sedangkan turis terbanyak masuk ke kawasan, turis Jepang yang menyukai landscape perbukitan.
Ngong Ping 360 milik The MTR Corporation (MTRC) dan Skyrail-ITM dari Australia sebagai operator. Proyek Ngong Ping 360 mulai ditenderkan The Hong Kong Special Administrative Region Government pada 2002. Pemenang tender mulai melaksanakan kontruksi pembangunan pada 2004 dan dioperasikan 18 September 2006.
Untuk menikmati pengalaman dengan cable car, MANDY menambahkan, satu paket cukup 145 dolar Hong Kong (per orang dewasa) atau Rp 150 ribu dan anak-anak 75 dolar Hong Kong.
Teks foto :
1. Dengan cable car, bisa menikmati kesibukan trafik pesawat di Hong Kong International Airport, keindahan Laut Cina Selatan dan kawasan perbukitan Pulau Lantau
2. Tian Tan patung Budha terbesar di Hong Kong selalu jadi jujugan para turis saat tiba di Po Lin Monastery
Foto : TITIN suarasurabaya.net
NOW ON AIR SSFM 100

