Kamis, 1 Januari 2026
Permudah Identifikasi Kelainan Jantung

Mahasiswa ITS Buat Elektrocardiografi

Laporan oleh Rizka Amalia
Bagikan

Tergerak untuk membantu dunia kesehatan dalam mempermudah identifikasi kelainan jantung, tiga mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) FMIPA Jurusan Fisika angkatan 2001 yakni BAMBANG MALIAWAN, AGUS PRIANTO dan I GEDE PUTU AS, berhasil membuat alat pendeteksi kelainan jantung dengan biaya yang lebih ekonomis.

Pelaksanaan Pekan Ilmiah Mahasiswa ITS (PIMITS) ke-10 yang diselenggarakan di gedung Graha ITS dari tanggal 26 Februari hingga 2 Maret 2007 ini, diikuti 29 Gelar Produk Mahasiswa (GMP), 1 stand Unair dan beberapa provider serta sponsorship.

Elektrocardiografi (ECG) merupakan satu diantara produk yang ditampilkan oleh mahasiswa FMIPA Jurusan Fisika. ECG merupakan alat pendeteksi kelainan jantung yang dilengkapi dengan program Jaringan Syaraf Tiruan (JST). Program ini nantinya mampu membaca data ECG pasien pada lead I, II, III, a UR, a VL, aVF, V1 sampai V6.

ECG ini mampu menghasilkan data bacaan dari elektrocardiografi standar yang ada di rumah sakit. Selain itu alat ini juga mampu mengenali gelombang Q Patologis dari data yang diukurnya dengan bantuan program JTS.

Menurut HABIB satu diantara panitia dari stand FMIPA Jurusan Fisika ini saat ditemui suarasuarabaya.net, Senin (26/02) mengatakan, tujuan pembuatan alat ini adalah untuk membuat ECG yang lebih ekonomis. Karena alat Elektrocardiografi atau pendeteksi kelainan jantung tergolong alat yang mahal. “Tujuannya ya karena alat yang asli itu mahal, kemudian kita mecoba mencarai solusi dan membuat alat yang lebih murah ini,” papar HABIB.

HABIB menambahkan sebelum membuat alat ini, telah dilakukan penelitian intensif di Rumah Sakit dr Soetomo sejak 2001. Sehingga kualitas dari ECG ini mempunyai standar yang sama dengan alat yang dimiliki rumah sakit yaitu Cardimax (FX -211).

Sementara itu, saat disinggung mengenai cara kerja ECG ini, HABIB mengungkapkan cara kerjanya cukup sederhana. Alat cukup dijepitkan di pergelangan kedua tangan dan kaki, kemudian masuk ke program khusus di komputer dan langsung bisa dilihat hasilnya.

Hasilnya pun bisa langsung di-print out, hanya saja tidak semua orang bisa membaca hasil deteksi jantung ini, kecuali dokter, pembuat alat, dan dr. M. SOETOMO, SP. Sp(K) serta ENDARKO, M.Si pembimbing penelitian alat ini.

Teks Foto:
1. Alat Elektrocardiografi (ECG) atau pendeteksi kelainan jantung karya mahasiswa ITS.
2. FITRIANDI satu diantara mahasiswa ITS yang sedang mencoba alat ECG ini.
Foto: RIZKA suarasurabaya.net

Bagikan
Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Perpaduan Macet dan Banjir di Kawasan Banyuurip-Simo

Banjir Menggenangi Sidosermo 4

Kecelakaan Bus Vs Truk Gandeng di Jembatan Suramadu

Perpaduan Hujan dan Macet di Jalan Ahmad Yani

Surabaya
Kamis, 1 Januari 2026
27o
Kurs