Golkar Kecil Kemungkinan Berkoalisi Dengan PDI Perjuangan dan Gerindra. Pernyataan ini ditegaskan Hadjriyanto Y Thohari Ketua DPP Partai Golkar menyikapi hasil Quick Count dan rencana koalisi antar partai.
Menurut Hadjri, kalaupun Golkar mendapat suara 20 persen, Golkar tetap akan berkoalisi dalam pilpres nanti, karena persoalan bangsa tidak mungkin diselesaikan oleh satu partai saja.
Tetapi untuk berkoalisi dengan PDI Perjuangan, kata Hadjri, format politik lebih kecil peluangnya, karena partai itu sudah memutuskan capresnya.
“Cuma problemnya itu adalah ada 3 partai politik yang diatas 10 persen, yang masing-masing sudah memutuskan capresnya sendiri-sendiri. Partai Golkar 14 persen sudah memutuskan ARB,kemudian PDIP 18 persen sudah memutuskan Joko Widodo, kemudian Gerindra sudah memutuskan Prabowo. Sehingga format politiknya itu menjadi lebih kecil peluangnya, meskipun ada,” jelas Hadjriyanto.
Dia mengatakan, untuk memutuskan Partai Golkar akan berkoalisi dengan partai mana, harus menunggu real count terlebih dahulu dari KPU.
Soal posisi partai-partai tengah, Hajriyanto mengakui kalau partai papan tengah sangat penting dan memiliki daya tawar yang sangat tinggi.
Sejauh ini, kata Hadjri, Golkar masih mengusung ARB sebagai capres karena keputusan Rapimnas menunjuk ARB sebagai capres. Kalaupun ada perubahan jadi Cawapres, hal itu juga harus lewat Rapimnas terlebih dahulu.(faz/ipg)
NOW ON AIR SSFM 100
