Setelah 5 bulan ditutup untuk mengembalikan ekosistem, akhirnya jalur pendakian Gunung Semeru resmi dibuka sejak kemarin, Senin (5/5/2014). Penutupan yang juga dilakukan untuk memperbaiki dan memeriksa kelaikan jalur pendakian ini, membuat kerinduan para pecinta alam, terutama petualang pendakian terobati. Buktinya sehari dibuka, jalur pendakian Gunung Tertinggi di Pulau Jawa ini telah dipadati ratusan orang pendaki.
DR Ir Ayu Dewi Utari, MSi, Kepala Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS) di Malang ketika dikonfirmasi Sentral FM, Selasa (6/5/2014), mengatakan bahwa sampai hari kedua pembukaan jalur pendakian Gunung Semeru, terdaftar sebanyak 198 orang pendaki telah menyusuri Gunung Semeru.
“Dari ratusan pendaki yang saat ini telah melalui pemeriksaan kelaikan persyaratan di Pos TNBTS Ranu Pane dan berangkat menyusuri jalur ke puncak Gunung Semeru, terdapat 8 orang pendaki manca Negara. Sisanya, adalah pendaki domestik dari seluruh daerah di Indonesia. Ada juga yang terdaftar dari luar PUlau Jawa,” kata Ayu Dewi Utari.
Kepala BB TNBTS ini menjamin, jalur pendakian Gunung berketinggian 3.676 meter diatas permukaan laut (mdpl) ini aman untuk dijelajahi para petualang alam yang berminat menikmati hobinya. Pasalnya, sebelumnya telah dilakukan pemeriksaan jalur dan hasilnya aman untuk dibuka.
Hal itu juga melalui kajian yang disampaikan melalui Rapat Koordinasi (Rakor) bersama linta sinstansi di Kantor Bidang Wilayah II TNBTS di Kabupaten Lumajang yang dihadiri TNBTS, SAR Kabupaten, BPBD, Polres, Kodim 0821 Lumajang dan petugas vulkanologi PVMBG (Pusat Vulkanologi, Mitigasi dan Bencana Geologi) di Pos Pengamatan Gunung Api Gunung Semeru di Gunung Sawur, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro.
Dalam rapat koordinasi ini, telah disampaikan pengamanan kesiapan dan penataan jalur pendakian, penataan rambu-rambu di seluruh jalur pendakian Semeru. Selain itu, dikaji juga potensi cuaca yang sangat penting dalam pendakian. ”Setelah semuanya dikaji, akhirnya dalam rapat koordinasi ini disepakati pembukaan jalur pendakiannya yang terhitung secara resmi dibuka, sejak Senin (5/5/2014) kemarin,” paparnya.
Ayu Dewi Utari juga menyampaikan, pembukaan jalur pendakian Gunung Semeru hanya diputuskan sampai titik Kalimati saja. ”Pendaki tidak diperbolehkan sampai ke Puncak Jonggring Saloko. Karena, sesuai analisa dan pengkajian, pendakian hanya bisa kami perbolehkan sampai titik Kalimati,” paparnya.
Pembukaan jalur pendakian Gunung Semeru ini, juga diputuskan setelah pihaknya mendapatkan kajian dan analisa kondisi vulkanik Semeru dari Badan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Bandung. ”Kajian yang kami bahas, sangat komprehensif sebelum diputuskan membuka jalur pendakian Semeru ini,” ungkapnya.
Atas kajian dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi inilah, titik pendakian kemudian diputuskan hanya smapai Kalimati saja. Pertimbangan penetapan titik Kalimati sebagai titik tertinggi yang bisa daki, karena di lokasi puncak Jonggring Saloko masih rawan terjadi longsor.
”Pertimbangan lainnya, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Bandung juga mengimbau jika Gunung Semeru masih rawan memuntahkan material vulkanik sampai ketinggian 500 meter. Atas kajian ini, para pendaki yang besok sudah bisa menyururi jalur ke puncak Semeru, hanya diperbolehkan sampai titik Kalimati saja,” jlentrehnya.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala BB TNBTS di Malang ini juga mengatakan, para pendaki saat ini harus merogoh biaya yang lebih mahal dibandingkan biasanya. Sebab, saat ini tarif pendakian Gunung Semeru telah dinaikkan. Untuk Wisatawan Domestik atau Nusantara, pada hari kerja akan dikenakan tarif tiket Rp. 17.500 perhari. Untuk hari libur tiket naik menjadi Rp. 22.500 perhari.
Sedangkan, bagi wisatawan mancanegara pada hari kerja dipatok tarif tiket Rp. 207.500 perhari dan hari libur Rp. 307.500. ”Sementara untuk tioket bromo bagi wisatawan domestik pada hari kerja Rp. 27.500 perhari dan hari libur Rp. 32.500. Untuk wisatawan manca negara pada hari kerja tiket dipatok Rp. 217.500 perhari dan hari libur Rp. 317.500 perhari,” demikian pungkas Ayu Dewi Utari. (her/ipg)
Teks Foto :
– Pendakian Gunung Semeru.
Foto : Sentral FM
NOW ON AIR SSFM 100
