Kebutuhan tepung terigu mengalami peningkatan, menjelang Hari Raya Idul Fitri 1435 Hijriah. Ini dikarenakan banyak masyarakat yang membutuhkan tepung terigu, sebagai bahan baku membuat kue.
Ratna Sari Loppies Direktur Eksekutif Asoasiasi Tepung Terigu Indonesia (APTINDO) mengatakan, “Peningkatannya mencapai 20-30% dari jumlah konsumsi rata-rata bulanan sebesar 300.000 matrik ton,” kata dia.
Selain sebagai bahan baku kue, Ratna memperkirakan, kenaikan itu akibat adanya permintaan pada mie instan sebagai salah satu produk yang banyak diberikan orang sebagai santunan.
“Sekarang orang menyumbang mie instan selama bulan puasa dan jelang lebaran. Mie instan kan bahan bakunya juga tepung terigu,” katanya.
Ratna yakin, permintaan tepung terigu kembali normal setelah lebaran. Tetapi permintaan akan naik lagi, jelang natal dan tahun baru 2015.
Meski mengalami kenaikan permintaan, Ratna menyatakan, produsen tidak melakukan kenaika harga jual tepung terigu.
“Harganya tetap, sekalipun Upah Minimum Regional (UMR), Tarif Dasar Listrik (TDL), sampai permintaan tepung itu sendiri naik. Industri tepung terigu baru akan menaikkan harga, kalau harga gandum sebagai bahan bakunya naik,” pungkasnya. (ant/lua/edy)
NOW ON AIR SSFM 100

