Ada 26 titik berupa pulau-pulau kecil tanpa penjagaan yang harus diwaspadai sebagai pintu ilegal masuknya narkoba di Indonesia, kata AKBP Suparti, Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Surabaya kepada Radio Suara Surabaya, Sabtu (22/8/2015).
“Tren terbaru, narkoba banyak masuk dari pulau-pulau kecil, seperti di daerah Kalimantan, Riau dan Batam, karena bandara dan pelabuhan sudah dijaga dengan ketat,” katanya di sela-sela acara pelatihan bagi anak-anak mantan pengguna narkoba yang digelar bersama Dispora di Trawas, Mojokerto.
Suparti menambahkan, untuk mencegah lalu lintas peredaran narkoba, pihaknya telah mengusulkan ke Wali Kota Surabaya untuk menempatkan alat khusus untuk mendeteksi narkoba di pintu masuk kereta api dan kapal laut.
Sebelumnya, Kombes Pol Arief Pranoto Kepala Biro Operasional Polda Jatim mencurigai ada upaya pihak luar yang menyulut perang candu di Indonesia seperti yang pernah terjadi di Tiongkok. Waktu itu kaum kolonial sengaja menyebarkan narkoba di Tiongkok. Perang candu tersebut telah mamakan banyak korban.
Dugaan ini muncul, karena narkoba yang diselundupkan ke Indonesia dalam barang kecil saja bisa terdeteksi. Pelaku, kurir dan pemakainya bisa ditangkap. Tapi narkoba dalam jumlah besar, dapat dengan mudah lolos dari pemeriksaan di negara lain. “Padahal, alat pelacak disana lebih canggih dari punya Indonesia,” kata Arief.
Terkait adanya unsur kesengajaan menyelundupkan narkoba ke Indonesia atau tidak, Arief belum bisa memastikan.(iss/ipg)
NOW ON AIR SSFM 100
